Banyak Bibit Sawit Palsu Beredar di Kaltim
14 Maret 2008 Admin Website Artikel 418
Peresmian dilakukan Bupati Awang Fareok Ishak didampingi Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Maksum AM dan utusan Dirjen Perkebunan serta puluhan perwakilan perusahaan sawit di Kutim.

Pembukaan Pustekinfo sawit tersebut, mendapat apresiasi tinggi dari para undangan. Pasalnya, selama ini Kaltim masih sangat kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan bibit sawit yang hanya didatangkan dari Medan. Kesulitan tersebut tidak hanya dialami warga peteni biasa tapi juga perusahaan.

"Selama ini kita sangat kesulitan memenuhi kebutuhan bibit sawit di Kaltim, tapi dengan adanya Pustekinfo ini, mudah-mudahan kebutuhan bibit sawit kita bisa terpenuhi," ujar Kadisbun Kaltim Maksum AM, ketika menyampaikan sambutan.

Karena itu Maksum mengaku menyambut baik kebijakan Pemkab Kutim, membangun Pustekinfo sawit yang langsung bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan. "Makanya saya mendukung langkah nyata Pemkab Kutim membangun Pustekinfo ini, Insya Allah, kalau ini benar-benar didukung sektor pertanian kita akan maju," katanya.

Pengakuan senada diungkapkan Dr Syafrul Latif, Manager Promosi PPKS. Menurutnya kebijakan membangun Pustekinfo sangat strategis dilakukan di Kaltim, karena kebutuhan bibit sawit di Kaltim sangat tinggi, sementara kemampuan PPKS sebagai lembaga yang paling berwenang mengeluarkan bibit sangat terbatas.

"Dengan Pustekinfo ini maka dalam jangka sekitar 5-6 tahun, Kaltim sudah bisa memproduksi bibit sendiri, bahkan bisa memenuhi kebutuhan bibit sawit di Indonesia Timur, karena lembaga ini baru ada di Bengkulu seluas 7.500 Ha, dan kedua Kutim seluas 25.000 Ha," ujar Maksum.

Dengan adanya Pustekinfo di Kutim, maka menurut Syafrul, peredaran bibit palsu dikalangan petani bisa dihilangkan. Dijelaskan bahwa selama ini banyak beredar bibit sawit palsu di Kaltim. Hal itu sangat disayangkan karena bibit tersebut jika ditanam banyak yang tidak tidak bisa berbuah.

"Tahun lalu saya dapat laporan di Kaltim ditemukan 364.000 bibit sawit palsu, pekan lalu ditemukan bibit palsu di Bengalon ini sebanyak 1.000 bibit. Ini luar biasa merugikan masyarakat. Bayangkan kalau sudah ditanam dan ditunggu bertahun-tahun tapi tidak berbuah, kan masyarakat yang rugi. Makanya kehadiran Pustekinfo ini sangat baik," katanya.

DIKUTIP DARI TRIBUN KALTIM, JUMAT, 14 MARET 2008

Artikel Terkait