1 Maret, wajib miliki ISPO
02 Maret 2012 Admin Website Artikel 303

JAKARTA: Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) akan dilaksanakan mulai awal Maret mendatang dan diharapkan seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tanah Air sudah memiliki sertifikat itu paling lambat 31 Desember 2014.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan sertifkasi ISPO akan mulai dilaksanakan pada 1 Maret mendatang. Saat ini, katanya, masih banyak kampanye negatif dan hambatan non tarif di luar negeri terhadap sawit Indonesia.

"Perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan itu, yaitu sertifikat ISPO," ujarnya saat membuka sosialisasi ISPO, hari ini.

Negara tujuan utama ekspor CPO Indonesia diduduki India 5,3 juta ton atau 32,5% diikuti China 2,2 juta ton (13,3%), dan sisanya Belanda, Italia, Bangladesh, dan negara lainnya.

Kontribusi minyak sawit Indonesia dalam memasok minyak sayur ke pasar dunia cukup besar yaitu 15,1%, sedangkan pangsa produksi minyak sawit Idonesia terhadap produksi minyak dunia sekitar 45%.

Suswono memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia akan terus meningkat sampai dengan 2020 hingga mencapai 40 juta ton.

Menurutnya, untuk dapat memasarkan produksi yang demikian besar di tengah isu seperti deforestasi, degradasi hutan, rusaknya habitat terbunuhnya satwa liar yang dilindungi, meningkatnya gas rumah kaca, maka perlu ada sertfikasi sawit lestari.

DIKUTIP DARI BISNIS INDONESIA, SELASA, 28 PEBRUARI 2012

Artikel Terkait