Triwulan III, Disbun Sertifikasi 514.578 Bibit Perkebunan
10 Oktober 2015 Admin Website Berita Kedinasan 518
Triwulan III, Disbun Sertifikasi 514.578 Bibit Perkebunan

SAMARINDA. Selama triwulan III (periode Juli sd September) 2015, Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP) telah melakukan sertifikasi terhadap 514.578 bibit dan 712.956 kecambah tanaman perkebunan yang rencananya akan diedarkan di wilayah Kaltim.

Kepala Disbun Kaltim, diwakili Kepala UPTD PBP, Irsal Syamsa mengatakan sertifikasi dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat terhadap keaslian bibit/benih perkebunan. Sebab, benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan. Pentingnya sertifikasi benih/bibit diantaranya mencegah terjadinya peredaran benih palsu (tidak bersertifikat) yang kondisinya semakin marak beredar di masyarakat.

"Kami mengimbau petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih, maupun bibit bersertifikat. Ini untuk menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam. Jangan sampai sudah puluhan tahun ditanam, namun tidak membuahkan hasil karena menggunaka benih maupun bibit palsu," ujar Irsal, saat ditemui di kantor UPTD PBP, Jumat (09/10) kemarin.

Berkaitan itu, lanjutnya, untuk menjamin kualitas benih maupun bibit, masyarakat diminta membeli hanya pada sumber benih resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Di Indonesia hanya ada 10 perusahaan yang ditetapkan sebagai sumber benih resmi.

Adapun 10 perusahaan tersebut diantaranya adalah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT Socfindo Medan, PT London Sumatera (Lonsum) Medan, PT Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan, PT  Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Pekanbaru, PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau, kemudian PT Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT Bakti Tani Nusantara Batam, PT Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Pekanbaru dan PT Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor.

Irsal menambahkan, sepanjang tahun 2015, pihaknya telah dilakukan sertifikasi terhadap 1.808.684 kecambah sawit, 815.694 bibit sawit, 176.968 bibit karet, 17.884 kecambah aren, 125.100 bibit lada, 36.105 bibit kakao dan 9.790 bibit aren. (rey/disbun)

SUMBER : UPTD PENGAWASAN BENIH PERKEBUNAN 


Artikel Terkait