Lada Kukar Diusulkan Sebagai Varietas Unggul Nasional
05 Juni 2012 Admin Website Artikel 330

SAMARINDA. Varietas lada yang dikembangkan di wilayah Kukar dapat diusulkan menjadi varietas unggul nasional. Hal ini disampaikan oleh staf Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan, Ir. Hj. Asnilawati, MMA, didampingi Kepala Bidang Produksi, Sukardi, SP, M.Si dan Kepala UPT kecamatan Loa Janan, Wahono saat mengamati tanaman lada yang ada di kecamatan Loa Janan dan Samboja, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pihaknya telah menganalisa plasma nutfah tanaman lada tersebut, dan memberikan gambaran bahwa tanaman lada tersebut  bisa diusulkan sebagai sumber benih varietas unggul nasional.

"Tanaman lada ini termasuk jenis lada lokal yang memiliki keunggulan toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang lada (Phytophthora palmivora) dan berbuah sepanjang tahun, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut", ungkap Asnilawati.

Dalam hal ini, pihak Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan akan memfasilitasi dengan mendatangkan ahli lada guna meneliti tentang tanaman lada lokal yang ada di Kaltim.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi, Sukardi, SP, M.Si menyatakan pihak Disbun Kaltim menyambut baik kabar gembira ini, mengingat kebutuhan akan bibit lada di Kaltim bisa terpenuhi apabila usulan lada Kaltim sebagai sumber benih varietas unggul lokal dijadikan unggul nasional dapat terealisasi.

Ditambahkannya, beberapwa waktu yang lalu, lada merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Kaltim yang cukup penting, yang dikenal dengan mutu white pepper Samarinda. Namun, harga komoditi tersebut jatuh di pasaran dunia sampai pada titik paling rendah. Bencana kebakaran lada dan kemarau panjang yang melanda Kaltim di tahun 1982 yang lalu, mengakibatkan produksi lada di Kaltim menurun secara drastis. Sehingga sejak saat itu Kaltim tidak lagi tercatat sebagai pengekspor lada. Selain itu, banyaknya lahan tanaman lada di wilayah Kukar yang alih fungsi menjadi lahan pertambangan batu bara turut mempengaruhi turunnya produksi lada.

"Dengan harapan mengembalikan kejayaan lada di Kaltim, para pekebun lada menjadi lebih semangat membudidayakan lada, apalagi harganya lebih baik, dengan demikian kebutuhan akan bibit lada dapat terpenuhi, sesuai dengan 6 tepat, yaitu tepat jumlah, tepat waktu, tepat jenis, tepat lokasi, tepat varietas dan tepat harga", jelasnya.

"Kami juga gembira apabila varietas lada lokal ini dapat diusulkan sebagai varietas lada nasional", harapnya. (rey)

SUMBER : BIDANG PRODUKSI

Artikel Terkait