Tiap Bulan Petani Berhasil Kantongi Rp 4 Juta
05 Februari 2008 Admin Website Artikel 327
SEJUMLAH fasilitas yang dibangun di kawasan itu, merupakan salah satu upaya Pemkab Kutim ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program revitalisasi pertanian dalam arti luas, juga semakin dirasakan masyarakat seperti perkebunan rakyat dan sejumlah usaha yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Bahkan dari perkebunan kelapa sawit yang dimiliki masyarakat, tingkat kesejahteraan juga semakin membaik. Faslitas infrastruktur juga terus dibenahi secara bertahap, sehingga aktivitas masyarakat tidak mengalami hambatan berarti.

Puncaknya pada akhir tahun 2007 lalu, perkebunan rakyat di Muara Wahau menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 1.178 ton. Jumlah yang cukup besar, karena dapat memberikan manfaat dan peningatan taraf hidup masyarakat petani itu sendiri.

Dari jumlah TBS yang dihasilkan masyarakat itu, kemudian dijual ke PT Swarkasa Sinar Sentosa senilai Rp 1,4 miliar, dengan harga jual Rp 1.204 per kilogram melalui koperasi induk Semoga Sawit Wahau Jaya. "Ini merupakan prestasi yang cukup baik, sebab melalui hasil perkebunan sawit tersebut masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan bersama keluarganya," kata Camat Muara Wahau, Drs Baya Sergius.

Dijelaskan, perkebunan kelapa sawit rakyat yang ada itu mencapai luasan sekitar 1.762 hektare yang dimiliki beberapa kelompok tani di enam desa sejak tahun 2004 . Dari hasil panen yang diperoleh terus mengalami peningkatan yang cukup baik. Dari peningkatan penjualan tersebut dapat di kalkulasi penghasilan kelompok tani per kepala keluarga di kecamatan muara wahau mencapai Rp 4 juta per bulannya.

Dengan keberhasilan tersebut, masyarakat Muara Wahau melalui camatnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kutim H Awang Faroek Ishak, yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Muara Wahau. "Terus terang memang perubahan perekonomian petani di Muara Wahau sekarang sangat membaik. Ternyata Pak Awang tidak salah pilih memilih komoditi sawit di Wahau. Program ini dicetuskan Pak Awang sejak tahun 2002 lalu. Dan, sekarang petani telah merasakan hasilnya dari program tersebut," terang Sergus yang dimandati masyarakat petai di di wilayahnya untuk menyampaikan ucapan terimaksih ini.

Perubahan perokonomian di wilayahnya dari tahun ke tahun kian membaik. Semua itu berkat perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah penghasil sawit terbesar di Kutim ini sangat baik. Bantuan pemerintah di kecamatan tertua itu terus mengalir, tidak hanya bantuan pemeberian lahan saja, melain juga bibit, pupuk juga di bantu pemerintah.

Keberhasilan perkebunan kelapa sawit di Muara Wahau itu berkat perhatian dan perjuangan orang nomor satu di Kutim tersebut. Pihaknya berharap, program ini terus mendapat dukungan berbagai pihak, terutama perusahaan sehingga penjualan TBS terus berjalan lancar. Demikian juga harganya bisa dipertahankan seperti sekarang atau lebih baik lagi ke depan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 4 PEBRUARI 2008

Artikel Terkait