Siap Kucurkan Rp 14 Miliar Untuk Koperasi Plasma
01 Februari 2010 Admin Website Artikel 311
#img1# Pimpinan BPD Kaltim Cabang Tanjung Redeb Sugiarta Dadang mengatakan, program KSS ini diperuntukkan pembiayaan petani sebagai plasma dalam koperasi, yang menjalin pola kemitraan dengan perusahaan sebagai inti. Selain itu, program KSS ini juga sebagai sarana bagi BPD untuk menyerap peluang pasar bagi pemasaran kredit yang tersedia di sektor usaha perkebunan agar mampu meningkatkan Loan to Deposit Ratio (LDR).



Tahun ini, koperasi yang akan menerima dana KSS tersebut Koperasi Prima Agung di Kecamatan Batu Putih dengan fasilitas kredit antara Rp 12- Rp 14 miliar, dengan luas lahan 402 hektar bagi 400 petani sawit. "Kami sudah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama perusahaan, yakni PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) yang juga disaksikan oleh Bupati Makmur, Selasa (26/1) lalu," ujar Sugi, sapaan akrab Sugiarta Dadang.

Dikatakannya, selain Koperasi Prima Agung, tahun lalu BPD Kaltim juga telah merealisasikan fasilitas kredit sebesar Rp 10 miliar kepada Koperasi Mangkayuat Jaya di Kecamatan Talisayan dengan total lahan 338 hektare. Selain kedua koperasi tersebut, BPD juga menjalin kerjasama dengan koperasi yang menjadi binaan TBP, antara lain Koperasi Wana Sari dan Koperasi Dayak Rindang Jaya.

"Dengan kerjasama program KSS ini, kami harapkan pembiayaan perkebunan sawit milik masyarakat, dapat memberikan manfaat bagi petani plasma dalam meningkatkan kesejahteraanya," harap Sugi. Kredit yang diberikan jangka waktu 99 bulan tersebut, diarahkan kepada perorangan atau kelompok yang berstatus plasma dan dijamin perusahaan.

"Petani plasma bisa diberikan plafond kredit, asalkan sesuai dengan kebutuhan biaya per hektare yang berlaku di masing-masing wilayah serta per kepala keluarga minimum 4 hektare," jelasnya.

Apakah hanya koperasi binaan TBP yang mendapatkan fasilitas kredit KSS tersebut ? Sugi menambahkan, pihaknya juga siap bekerjasama dengan perusahaan sawit lainnya bila ada yang membutuhkan. Namun sebelum menjalin kerjasama, perusahaan tersebut harus melakukan MoU dengan pihak perbankan. Dikatakannya, penyaluran kredit kepada petani plasma didaerah ini juga salah satu realisasi komimen Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 12 miliar per tahun untuk peningkatan sektor perkebunan masyarakat. "Kami lihat, Bupati Makmur sangat berkomitmen mengenai hal ini, sehingga dampaknya dirasakan masyarakat luas, khususnya di sektor perkebunan," sebut Sugi.

Menanggapi program KSS yang dilakukan BPD Kaltim tersebut, Kamaluddin, anggota DPRD Berau menilainya sebagai satu terobosan baru yang dilakukan bank milik pemerintah tersebut. Dengan tawaran itu, ia yakin petani plasma yang kini jumlahnya cukup besar, bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan dana segar di dalam mengembangkan investasi masa depan mereka. Karena itu, ia berharap, BPD bisa melakukan sosialisasi, terutama kepada masyarakat petani plasma maupun calon petani plasma yang akan memulai usaha di sektor ini. "Saya percaya, masa depan petani plasma cukup menjanjikan, khususnya perkebunan kelapa sawit yang saat ini terus meningkat," tambahnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 30 JANUARI 2010

Artikel Terkait