Sawit dan Karet Dapat Prioritas
15 Mei 2013 Admin Website Berita Daerah 498
Sawit dan Karet Dapat Prioritas
PENAJAM. Sektor pertanian mendapat perhatian prioritas pemerintah Penajam Paser Utara untuk menunjang pembangunan daerah. Maka tak heran bila para pelaku pertanian, termasuk petani, secara kontinyu mendapat berbagai pembekalan untuk menambah pengetahuan dan wawasan. 
 
Terkait hal ini, Bupati H Andi Harahap dalam banyak kesempatan selalu  mengatakan, dengan visi pembangunan  mewujudkan Kabupaten PPU  sebagai pusat agribisnis dan agroindustri yang berbasis pada ekonomi kerakyatan, maka  sektor pertanian dan perkebunan sebagai motor utama penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat.
 
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah terus berupaya melaksanakan pembangunan perkebunan sebagai salah satu sasaran, dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan. Dikatakannya, sampai 2012 lalu, perkembangan sektor perkebunan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Terlihat semakin banyaknya masyarakat ingin berusaha  di sektor perkebunan, dengan membuka lahan baru maupun memperluas lahan perkebunan.
 
Kebijakan pembangunan perkebunan dalam perencanaannya diprioritaskan pada komoditi kelapa sawit dan karet.  Karena selain merealisasikan program provinsi, yakni program sejuta hektar kebun sawit, juga dibarengi pembangunan industri pengolahan minyak sawit mentah. Kebijakan itu pula secara teknis terdapat kesesuaian lahan dan iklim untuk pengembangan komoditi tersebut, secara sosial ekonomi ada ketertarikan atau minat petani sangat tinggi untuk membudidayakan komoditi tadi.
 
Permasalahan muncul, bahwa petani di daerah umumnya modal usaha tani yang sangat minim. Sementara biaya yang diperlukan untuk membangun kebun kelapa sawit dan karet dari awal pembukaan sampai dengan tiga tahun pemeliharaan, sangat besar.
 
Sejak tahun 2005, Dinas Kehutanan dan Perkebunan telah membuat program penyediaan sarana produksi pertanian dan perkebunan, dengan pemberian bantuan bibit sawit dan karet, pupuk dasar dan herbisida kepada petani.
 
Memperhatikan kondisi umum ekonomi petani serta setelah melihat banyaknya usulan masuk memohon bantuan pemeliharaan, maka direncanakan pada tahun 2013 akan memberikan bantuan berupa penyediaan sarana produksi perkebunan, berupa bantuan obat-obatan.
 
"Pemerintah berharap, setap kebijakan yang diberikan pemerintah bisa mendapat dukungan, demia kesejahteraan petani itu sendiri," kata Bupati.
 
Sementara, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Andi Iskandar Hamala mengatakan, pemerintah PPU terus memberikan perhatian patani, baik pengadaan pelatihan maupun pemberian kebutuhan petani. "Beberapa waktu lalu sebanyak 25 petani di diberikan pelatihan lebah  madu di Bogor. Salah satu program itu sangat baik, karena sama dengan kondisi alam di daerah kita," katanya.
 
Selain itu, dengan pemerintah memberikan perhatian pada petani, juga mengharapkan peranan dari swasta memberikan kontribusi pada petani, karena kemajuan petani adalah keberhasilan semua pihak, pemerintah maupun pihak swasta. "Namun harus dihindari lahan para petani adalah lahan  yang masuk dalam wilayah Kawasan Budidaya Kehutanan," katanya.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 15 MEI 2013

Artikel Terkait