PT Telen Penuhi Listrik Warga Pedalaman
11 September 2014 Admin Website Berita Daerah 330
PT Telen Penuhi Listrik Warga Pedalaman
SANGATTA. Camat Muara Bengkal Suwandi beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan menjajaki kerja sama distribusi listrik sisa dari pabrik kelapa sawit milik PT Telen Prima Sawit (TPS). Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.  

HARAPAN tersebut kini terwujud. Pada 3 September lalu dilakukan penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA) Excess Power atau perjanjian jual beli listrik sisa dari pabrik kelapa sawit PT Telen Karangan dan PT Telen Prima Sawit Kecamatan Muara Bengkal. Dua perusahaan ini adalah anak perusahaan Teladan Prima Group dengan PLN.

"Kenyataan ini sangat menguntungkan bagi masyarakat Muara Bengkal dan sekitarnya yang menerima langsung dampak positif dari penandatanganan kerja sama atau perjanjian jual beli listrik sisa dari pabrik kelapa sawit ini," kata Camat Muara Bengkal Suwandi yang hadir pada kegiatan hari itu.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur PT Daya Lestari Imam Syaifullah, selaku pengelola kelistrikan PT Telen dan PT Telen Prima Sawit. Berikut GM PLN Wilayah Kaltim dan Kaltara Machnison Masrie.

Menurut Machnison, nantinya kelebihan listrik dari pabrik sawit tersebut akan dialirkan ke Kecamatan Karangan dan Muara Bengkal. Pada tahap awal, besarnya listrik yang dialirkan dari setiap pabrik sekitar 200 sampai 300 kilowatt (kW). Lantas tahun berikutnya akan ditingkatkan menjadi 700 sampai 900 kW. Sedangkan untuk proses penyaluran listriknya masih menunggu penyelesaian pemasangan jaringan tegangan menengah (TM) 20 kilovolt (kV), yang ditargetkan oleh PLN selesai awal 2015. Panjang sekitar 20 kilometer di Karangan dan kurang lebih 18 km di Kecamatan Muara Bengkal.

Sementara CEO Teladan Prima Group Ahmad Gunung mengatakan, program ini merupakan kelanjutan perusahaan untuk ikut membangun Kaltim seperti yang telah dilakukan PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation di Kabupaten Berau dengan mengalirkan listrik kelebihan pabrik untuk daerah sekitar. Pendistribusiannya diatur oleh PT PLN.

"Dari 8 jam sehari, saat ini sudah didistribusikan 24 jam sehari," kata Ahmad Gunung.

Selanjutnya dia menyebutkan, program ini mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, yang akan diserahkan pada 15 September oleh Presiden RI sebagai perusahaan pelopor di Indonesia yang mengalirkan kelebihan daya listriknya guna kebutuhan masyarakat sekitar perkebunan.

Seperti diketahui, perusahaan PT Telen di Karangan memiliki kemampuan memproduksi listrik selama 24 jam penuh. Kebutuhan listrik yang digunakan untuk operasional perusahaan serta karyawan, disuplai dari turbin yang mampu menghasilkan listrik 1.700 kW menggunakan boiler dan fiber cangkang sawit tanpa memerlukan solar alias fosil. Penggunaan tenaga listrik untuk perusahaan hanya sebesar 1.000 kW. Kelebihannya sebanyak 700 kW bisa dikerjasamakan dengan pihak PLN dalam menyuplai listrik ke rumah-rumah warga. Tentunya kapasitas tersebut akan lebih apabila dikombinasikan dengan kelebihan listrik dari PT Telen yang ada di Muara Bengkal. Selanjutnya tinggal bagaimana jaringan SUTM 20 kV, trafo tenaga dan trafo distribusi dapat disediakan PLN sebagai pengelola.

Menurut Camat Muara Bengkal Suwandi, ini merupakan kemajuan menggembirakan yang dilakukan PT Telen bekerja sama dengan PT PLN di daerah yang dipimpinnya. Sekarang beberapa desa di Kecamatan Muara Bengkal sudah teraliri energi listrik selama 24 jam sehari.

"Dampak adanya listrik yang beroperasi sehari-semalam ini sangat luar biasa. Perekonomian yang dilakukan warga, baik itu melalui industri rumah tangga maupun usaha lainnya menjadi lebih lancar dan berkembang. Pada akhirnya memberikan progres positif terhadap percepatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Muara Bengkal," papar Suwandi.

Sebelumnya, Bupati Isran Noor menyambut baik dan mengapresiasi program dimaksud. Karena petinggi Pemkab Kutim ini tertarik dengan konsep yang digunakan pihak perusahaan dalam memanfaatkan limbah padat perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fiber sebagai sebuah sumber energi alternatif.
 
Cangkang dan fiber dimanfaatkan sebagai bahan bakar digunakan untuk memanaskan air di dalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik.

"Saya mendukung pemanfaatan energi alternatif dengan konsep seperti itu, sehingga ke depan dapat diintensifkan pengelolaannya. Dengan demikian, dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Begitu juga Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman menyambut positif kerja sama program pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat ini. Sebab, ini merupakan sebuah terobosan penting dalam memajukan kawasan pedalaman. Sehingga niat baik PT Telen, dapat dijadikan pilot project untuk kecamatan-kecamatan lain di Kutim dalam upaya pemenuhan energi listrik untuk masyarakat. (kmf4/san/k11)

SUMBER : KALTIM POST, KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014


Artikel Terkait