Program Sawit Mulai Berhasil
21 April 2008 Admin Website Artikel 341
Kemarin, Bupati PPU Yusran Aspar didaulat untuk melakukan panen perdana di lahan sawit milik kelompok tani Mekar Jaya yang dipimpin oleh Jimban. Luasan kebun milik kelompok tani ini mencapai 220 hektar. Panen perdana juga dilakukan oleh kelompok tani Bumi Harapan pimpinan Supardi dengan luasan kebun sawit mencapai 30 hektare.

Panen perdana sawit itu memberikan harapan yang cerah buat warga. Dengan harga tandan buah segar mencapai Rp 1.000 per kilogram, dalam satu tandan harganya bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Untuk panen perdana kemarin, bobot paling rendah satu tanda 7 kilogram. Sementara bobot tertinggi 12 kilogram. Untuk sawit dengan bobot tertinggi, dibeli Bupati Yusran Rp 1,2 juta.

Hadir dalam panen perdana itu Kepala Bappeda Ibrahim, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ahmad Usman, Plt Kepala Dinas Kebutanan dan Perkebunan Abbas Chalid serta sejumlah kepala kantor dan kepala bagian. Tampak juga dua anggota DPRD PPU yakni Rusbani dan M Arsyad Amin. Asrul Salam, Dirut Balikpapan Forest Industri (BFI) juga terlihat.

Dipaparkan oleh Yusran Aspar, panen perdana sawit di kebun rakyat yang dibangun dari bantuan Pemkab PPU ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk menyejahterakan warganya. Ini juga bukti bahwa program yang dijalankan oleh pemerintah selalu baik.

"Sekarang sudah terlihat buktinya. Warga yang mengikuti program pemerintah dengan baik akan memetik hasilnya," kata Bupati Yusran.

Panen perdana itu juga menegaskan bahwa warga yang menjalankan program pemerintah dengan sabar, tanpa banyak menuntut dan menyalahkan pemerintah, pada akhirnya justru akan mendapatkan keuntungan. "Intinya adalah sabar. Tidak mungkin pemerintah tidak mau menyejahterakan warganya," tegas Yusran. Pada akhirnya, seluruh warga PPU akan diupayakan mendapatkan bantuan bibit sawit dan pupuk untuk ditanam.

Di bagian lain, Jimban yang mewakili anggota kelompok tani Mekar Jaya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang mempercayakan kelompoknya mengembangan kebun sawit. Setelah merasakan enaknya memiliki kebun sawit, ia mengharapkan program ini diteruskan oleh siapapun pemimpin PPU nantinya. "Kami senang diberi sawit daripada diberi duit," tandasnya.

Untuk diketahui, program sawit rakyat dimulai tahun 2004 lalu dan terlaksana tahun 2005. Hingga panen perdana ini, sudah berlangsung selama 3 tahun 3 bulan. Setiap kecamatan mendapatkan jatah 500 hektare setiap tahun anggaran. Dalam satu tahun minimal dibangun 2000 hektare kebun sawit.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT, 18 APRIL 2008

Artikel Terkait