Produsen Tuding SBY Kurang Perhatian ke Sektor Sawit
16 November 2010 Admin Website Artikel 309

Jakarta - Para produsen sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengundang secara khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2010 pada tanggal 1-3 Desember 2010 di Nusa Dua, Bali.

Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan undangan ini ditujukan khusus kepada pemerintah agar lebih memperhatikan sektor sawit. Maklum saja saat ini sektor sawit Indonesia terus mendapat tekanan dari pihak asing.

"Kita berpikir positif lah agar SBY punya empati terhadap industri yang menterinya (menteri pertanian) bilang primadona. Kita berharap SBY tumbuhlah kebanggaan pada sawit, kita akan tingkatkan kebanggan Pak SBY terhadap sawit," tegas Joko.

Ia menuturkan saat ini Presiden SBY bukan tak berempati, namun para produsen berharap empati dan perhatian Presiden SBY bisa ditingkatkan pada sektor sawit. Sehingga akan menentukan sikap pemerintah terhadap kelanjutan nasib di sektor persawitan Indonesia.

"Pemerintah harus dorong, pemerintah beranilah tegak, kalau selama ini malu-malu miring-miring," katanya.

Meski ia mengakui saat ini di tingkat menteri, yaitu Menteri Pertanian Suswono sudah berani menunjukan pembelaan yang terang-terangan terhadap sektor sawit saat mendapat tekanan dari pihak asing.

"Mentan sudah berani ngomong, bahwa kalau ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) menjadi referensi kita, sementara kalau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) memberi beban. Itu baguslah," katanya.

Joko mengatakan Indonesia harus memperkuat posisinya sebagai produsen sawit terbesar dan bersama Malaysia untuk menghadapi kekuatan asing dan global yang selama ini menekan dengan berbagai cara, termasuk dengan isu lingkungan.

"Ini harus dilakukan secara kompak, Gapki berjalan sendiri itu tak mungkin. Gapki butuh dukungan pemerintah," katanya.

 

DIKUTIP DARI DETIK, SENIN, 15 NOPEMBER 2010


Artikel Terkait