PPL Perkuat Lembaga Poktan
05 Maret 2009 Admin Website Artikel 372
#img1# Salah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Nunukan, Hari Murtiyoso menuturkan, penerapan sistem pendekatan Laku yang pernah berlangsung sejak tahun 1976, dapat menjadikan Indonesia berhasil swasembada beras pada 1984.

"Maka sejalanlah dengan Revitalisasi Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) dengan UU 16/2006. Terimplementasikan salah satunya dengan Permentan tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani, yang didalamnya terdapat pedoman sistem kerja Laku," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam sistem kerja Laku, PPL mengunjungi poktan-poktan. Karena ini merupakan tugas pokok yang harus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati, bersama anggota poktan dalam setiap 4 hari kerja pada setiap minggunya.

"PPL diharapkan dapat memfasilitasi suatu pertemuan dengan poktan, dalam suatu jadwal yang telah ditentukan dengan materi, sesuai kebutuhan poktan saat itu," terangnya.

Dan dalam penyampaian materi kepada poktan, hendaknya materi-materi dapat menjawab, mencairkan dan menyelesaikan hal-hal yang menjadi pertanyaan dan dibutuhkan poktan sesuai kondisi dan kesempatan saat itu.

Tentunya, dapat berupa materi yang bisa langsung dipraktikkan dan mengemukakan kaitannya dengan teori yang mendasari, sesuai idealnya anjuran yang diharapkan. "Menguraikannya sesuai tahapan. Baik rincian kebutuhan awal, manajemen, pasca panen, pemasaran dan lainnya," katanya.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dan peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kemampuan petani. "Diharapkan agar poktan dapat dibangun dan ditumbuhkembangkan sebagai wadah belajar, sehingga petani dan keluarganya mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya sendiri," terangnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 5 MARET 2009

Artikel Terkait