Disnak Kaltim Salurkan 1.808 Ekor Sapi Integrasi
15 Januari 2013 Admin Website Artikel 304
SAMARINDA. Mendukung pengembangan kegiatan peternakan melalui program integrasi sapi sawit di Kaltim, Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim hingga 2012 telah menyalurkan bantuan 1.808 ekor sapi integrasi kepada sejumlah kelompok tani.

"Program integrasi sapi sawit merupakan salah satu upaya untuk mendukung pengembangan kegiatan peternakan. Disnak melibatkan kelompok tani khususnya yang berada di sekitar perkebunan sawit terutama perkebunan plasma (milik masyarakat)," jelas Kepala Disnak Kaltim H Syaiful Akhyar, senin (14/1).

Masing-masing bantuan pengembangan SISKA (Sistem Integrasi Sapi dengan Kelapa Sawit) di Kaltim yakni 2009 sebanyak 351 ekor untuk empat kabupaten dan 2010 sekitar 400 ekor, sedangkan 2011 sebanyak 517 ekor serta 2012 sebanyak 540 ekor.

Menurut dia, bantuan sapi integrasi yang dialokasikan bagi para kelompok tani untuk kegiatan sapi bibit, diharapkan akan terus berkembang sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada daging sapi.

Jenis sapi yang disalurkan untuk kegiatan integrasi ini yakni sapi Bali, sedangkan pakannya dapat diperoleh dari rumput ataupun tanaman liar di sekitar tanaman sawit maupun digunakan pelepah sawit yang sudah tidak terpakai.

Selain itu berbagai manfaat dapat diperoleh dari kegiatan integrasi sapi sawit. Diantaranya, pemeliharaan sapi pada perkebunan sawit adalah tenaganya dapat digunakan membantu para pekerja khususnya membawa Tandan Buah Segar (TBS).

Sementara itu kotoran sapi dapat digunakan menjadi kompos/pupuk organik bagi tanaman sawit maupun diolah menjadi bahan pembuatan biogas serta pembangkit tenaga listrik untuk keluarga petani di sekitar perkebunan sawit.

"Program integrasi tersebut memiliki multi manfaat, bahkan memberikan nilai ekonomis yang tinggi dari pengelolaan sapi sawit itu. Ditarget minimal dua ekor sapi per hektar, maka akan tercapai 2 juta ekor untuk program sejuta hektar sawit Kaltim dan kondisi ini akan memenuhi pencapaian swasembada daging sapi di daerah," sebut Syaiful. (yans/hmsprov)

SUMBER :HUMAS PROV. KALTIM


Artikel Terkait