PPL Jangan Sulit Ditemui Petani
22 Maret 2011 Admin Website Artikel 272

MALINAU - Dinas Perkebunan (Disbun) tidak mau lagi mendengar adanya keluhan atau laporan dari masyarakat ada (penutgas Penyuluh lapangan (PPL) yang tidak bisa apa-apa saat bertugas di lapangan bersama masyarakat. Selama ini, ungkap Ir H Abdulfatah Zulkarnaen, kepala Disbun, memang masih ada laporan dan keluhan dari masyarakat bahwa PPL jarang bahkan tidak pernah turun ke lapangan saat diperlukan.

Ada juga, PPL yang sulit ditemui atau susah diajak konsultasi para petani. “Ini tidak kami harapkan lagi. Ketika sudah diterjunkan maka setiap PPL harus sudah siap. Tidak usah menjadi penyuluh (PPL) sebab tidak semua orang bisa menjadi penyuluh,” tegas H Abdulfatah Zulkarnaen saat memberikan materi pembekalan terhadap 42 tenaga PPL yang direkrut sebelum diterjunkan di lapangan di Aula kantor PKK kabupaten, Senin (21/3) siang kemarin.

Abdulfatah Zulkarnaen juga meminta agar PPL sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Disbun untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul di lapangan. PPL juga harus ntens dalam melakukan evaluasi-evaluasi, serta bersikap dan bertingkah laku baik di dalam masyarakat.

“Sebab mereka jugalah yang melakukan penilaian pada kita.” tegasnya.

Adapun tugas PPL, sambungnya adalah merencanakan pertemuan-pertemuan pada kelompok tani yang tergambar dalam program yang dibuat oleh PPL setiap tahunnya. Sehingga menjadi dasar bagi PPL dalam memberikan penyuluhan serta melakukan pembinaan pada kelompok tani.

Oleh karenanya, sebanyak 42 PPL yang baru direkrut beberapa waktu lalu, selama 1 pekan kedepan diberikan penyuluhan dan pelatihan yang digelar khusus Dinas Perkebunan (Disbun) untuk mereka. Pelatihan dilakukan mulai Senin (21/3) hingga  Minggu (26/3) mendatang.

Pelatihan dilakukan sebelum para PPL tersebut diterjunkan ke desa-desa sebagai tenaga pendamping dan penyeluhu petani. Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Ir H Abdulfatah Zulkarnaen. Ketua Panitia Pelatihan, H Karmani menyebutkan, materi yang diberikan pada peserta meliputi  kebijakan perkebunan Kabupaten Malinau, RJK/RJKK, tekni budi daya perkebunan, dinamika kelompok, administrasi, kepemimpinan dan kunjungan/praktek lapangan. Materi tersebut akan diberikan oleh nara sumber dari Disbun Provinsi Kaltim dan Disbun Malinau.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, SELASA, 22 MARET 2011

Artikel Terkait