(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Petani Paser Dibekali Teknik Produksi Trichoderma untuk Kendalikan OPT

27 November 2025 Afif Berita Daerah 128
Petani Paser Dibekali Teknik Produksi Trichoderma untuk Kendalikan OPT

PASER. Deru aktivitas petani di Balai Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Selasa (25/11/2025), berubah menjadi ruang pembelajaran intensif ketika UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menghadirkan Pelatihan Perbanyakan dan Penyebaran Agens Pengendali Hayati (APH).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang tukar pengetahuan, tetapi juga upaya nyata mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berbasis biologis.

Pelatihan yang diikuti 25 peserta dari Regu Pengendali OPT Kecamatan Kuaro ini berlangsung dengan dukungan penuh berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kendarom, serta Pejabat Fungsional POPT dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Paser yang turut mendampingi peserta saat praktik pembuatan starter jamur Trichoderma salah satu APH andalan untuk menekan serangan OPT secara alami.

Kegiatan resmi dibuka oleh Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili Kepala UPTD P2TP, Ruspiansyah. Dalam sambutannya, Ruspiansyah menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan informasi dan teknologi terapan kepada petani mengenai penyediaan bahan pengendali OPT ramah lingkungan.

“Kita ingin petani mampu melakukan tindakan preventif melalui upaya pengendalian dini terhadap serangan OPT, sehingga kesehatan tanaman tetap terjaga dan produktivitas tidak terganggu,” ujar Ruspiansyah.

Narasumber dari Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan Pontianak, H. Isnawan Safi’i, menyampaikan materi teknis sekaligus mendampingi praktik lapangan. Dari pelatihan ini, peserta berhasil memproduksi starter jamur Trichoderma sp., yang nantinya dapat dikembangbiakkan dan diaplikasikan secara mandiri di lahan masing-masing.

Ruspiansyah berharap kemampuan ini tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan untuk memperkuat ketahanan tanaman di Kabupaten Paser dan mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait