Petani Karet Dilatih Olah Produk Hasil Perkebunan
22 Maret 2018 Admin Website Berita Daerah 314
Petani Karet Dilatih Olah Produk Hasil Perkebunan

SAMARINDA. Komoditi karet memiliki potensi untuk dikembangkan di Kaltim selain kelapa sawit. Kendati perkembangan budidaya karet tersebar hampir di seluruh wilayah ini, namun harga jual getah karet yang rendah hingga saat ini masih dikeluhkan oleh petani.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad  didampingi Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, H. Yus Alwi Rahman mengatakan rendahnya harga jual karet dikarenakan sebagian besar dari hasil karet khususnya perkebunan rakyat masih dalam bentuk lumb.

"Selain itu, produktivitas dan mutu lateks yang dihasilkan masih rendah sehingga perlu adanya upaya-upaya  penanganan untuk mengatasi permasalahan ini, diantaranya petani dilatih menghasilkan bokar (bahan olah karet) yang bersih dan bermutu sehingga meningkatkan harga jual dan menjadikan petani karet sejahtera," ungkapnya saat membuka Pelatihan Pembinaan Pengolahan Produk Perkebunan di Kabupaten Kutai Barat, pekan lalu.

Diterangkan, bokar adalah lateks atau gumpalan yang dihasilkan pekebun yang diolah lebih lanjut secara sederhana sehingga menjadi bentuk lain yang bersifat lebih tahan untuk disimpan dan tidak tercampur dengan benda – benda asing lainnya.

Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan produk baru penggumpal getah karet “SPECTA” yang mempunyai keunggulan bagi petani karet yang menggunakannya, diantaranya adalah mampu meningkatkan mutu bokar, menambah bobot karet, tidak berbau menyengat, harga menjadi lebih baik dan ramah lingkungan.

"Diharapkan melalui pelatihan ini, petani mampu meningkatkan kualitas bokar bersih yang memenuhi baku mutu sesuai dengan standard yang berpedoman pada SNI 06-2047 (standard bahan olah karet) dan nilai tambah yang diperoleh turut meningkat sehingga petani karet menjadi sejahtera," tambah Ujang lagi. (rey/disbun)

SUMBER : BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL


Artikel Terkait