Pemprov Bantu Pengembangan Kemitraan Perkebunan
08 Januari 2013 Admin Website Artikel 265
SAMARINDA. Pemprov Kaltim melalui Dinas Perkebunan (Disbun) memberikan bantuan pada program pengembangan kemitraan perkebunan untuk beberapa komoditi perkebunan bagi sejumlah kelompok tani.

"Komitmen pemerintah mendukung pengembangan program perkebunan dibuktikan dengan penyaluran bantuan bagi petani melalui program kemitraan. Khusus program dari Bidang Pengembangan dalam alokasi anggaran tahun lalu mencapai Rp10,45 miliar yang melibatkan petani 2.103 kepala keluarga," kata Kepala Disbun Kaltim Etnawati, Senin (7/1).

Menurut Etnawati, bantuan Pemprov Kaltim tersebut adalah program pengembangan kemitraan perkebunan pro rakyat untuk memberikan dukungan bagi pemberdayaan masyarakat petani di pedesaan.

Melalui program pengembangan kemitraan perkebunan bagi petani perkebunan itu diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani, sekaligus mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

Program bantuan Pemprov untuk pengembangan kemitraan perkebunan tersebut masing-masing adalah untuk pengembangan tanaman kelapa sawit seluas 870 hektare (126.800 batang tanaman) senilai Rp4,97 miliar melibatkan 480 kepala keluarga (KK) petani. Pemeliharaan tanaman kelapa sawit 750 hektar senilai Rp771,68 juta melibatkan 537 KK.

Pengembangan tanaman karet 797 hektare, dengan memberikan bantuan 388.960 bibit karet, senilai Rp4,27 miliar dengan melibatkan petani sebanyak 655 KK dan pemeliharaan tanaman karet seluas 500 hektar senilai Rp430,18 juta dengan melibatkan 431 KK.

Selain itu, melalui Bidang Produksi diberikan bantuan ke petani berupa pupuk dan obat-obatan serta tanaman perkebunan (bibit Aren Genjah Kutim) senilai Rp218,22 juta, termasuk bantuan berupa sarana produksi dan peralatan mesin bagi kelompok tani senilai Rp289,85 juta.

"Sesuai komitmen Gubernur Awang Faroek dalam pengembangan pertanian dalam arti luas, maka subsektor perkebunan tentunya memiliki peranan yang sangat strategis dalam peningkatan ekonomi rakyat bahkan perekonomian daerah," ujar Etnawati. (yans/hmsprov)

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM


Artikel Terkait