Pemerintah Genjot Sektor Industri Manufaktur dan Pertanian di 2011
30 Desember 2010 Admin Website Artikel 285
Jakarta - Pemerintah berusaha untuk mendorong laju perkembangan sektor industri pengolahan (manufaktur) dan pertanian untuk tahun 2011 nanti. Hal ini terkait adanya rencana untuk mencapai percepatan pertumbuhan ekonomi yang pesat tahun depan.

Demikian disampaikan oleh Menteri PPN/Bappenas, Armida Alisjahbana pada konferensi pers yang dilaksanakan di kantor Bappenas, Jakarta (29/12/2010).

"Untuk 2011 nanti, rencana kita adalah melaksanakan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, didukung oleh adanya pemantapan tata kelola dan sinergi antara pusat-daerah," ujar Armida.

Armida mengatakan bahwa jika dilihat dari sisi pendekatannya, hal ini dilakukan demi memelihara momentum pertumbuhan yang sudah ada di 2010 dipercepat lagi untuk 2011.

"Biar cepat, kita harus fokus untuk mendorong beberapa sektor di 2011 nanti, terutama industri pengolahan dan pertanian. Dari sisi RKP (rencana kerja pemerintah) pun kita ingin mendorong itu," kata Armida.

"Kalau dua sektor ini kita usahakan untuk didorong, maka nanti akan ada multiplier effect. Bahkan nanti sektor yang lainnya pun akan mengikuti. Ditambah ada implikasi regional serta kesempatan kerja dari pengembangan sektor tersebut," tambahnya.

Seperti diketahui penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian telah membuka kesempatan kerja sebanyak 41,5 juta orang, industri pengolahan 13,8 juta orang, serta perdagangan 22,5 juta orang.

"Maka itu perlu adanya pendorongan ke dua sektor tadi. Namun, tentunya dibutuhkan infrastruktur dan investasi lagi," tutur Armida.

Armida juga mengatakan bahwa, jika dua sektor tersebut didorong oleh pemerintah, hal tersebut dapat menciptakan adanya perkembangan industri lebih lanjut.

"Misalnya, dengan perkebunan  menghasilkan hilirisasi pengmbangan industri pengolahan. Contohnya, di Sumatera banyak perkebunan kelapa sawit, nah dari hasil kelapa sawit nanti ingin dicoba ke rantai yang lebih tinggi dengan mengembangkan produk-produk turunannya. Dan diharapkan terjadi multiplier efek didaerah bersangkutan. Karena ada pembukaan sektor baru di daerah tersebut," jelas Armida.
 
DIKUTIP DARI DETIK ONLINE, RABU, 29 DESEMBER 2010

Artikel Terkait