Pembangunan Pabrik CPO di Bentuas Tunggu Izin
30 November 2010 Admin Website Artikel 419
SAMARINDA. Rencana pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) di desa Bengen, Kelurahan Bantuas, Palaran, saat ini masih menunggu terbitnya izin. Sejauh ini, segala pengurusan izin untuk pabrik ini sudah hampir rampung.

"Dalam pengurusannya tidak mudah. Namun saat ini tinggal menunggu waktu saja," ujar Camat Palaran Julian Noor kepada Sapos.
 
Ia menerangkan, nantinya dengan keberadaan pabrik CPO, maka Kelurahan Bantuas Palaran akan menjadi wilayah terbesar sebagai penghasil sawit di Kota Samarinda.  Hal ini berkat kerja sama Pemkot dengan PT Agricinal Bengkulu. Di mana pembangunan pabrik di atas lahan seluas 93 hektare.
 
"Pabrik CPO tentunya akan membuat pertumbuhan industri lainnya yang bersumber kelapa sawit, seperti industri sabun, detergen, shampoo, hingga minyak goreng dengan kapasitas produksi 30 ton per jam," jelasnya.
 
Julian mengaku sangat optimis dengan keberadaan pabrik itu, maka taraf hidup warga Palaran khususnya Kelurahan Bantuas akan meningkat. Sebab, nantinya akan menyerap banyak tenaga kerja. Di mana sejauh ini, dari jumlah penduduk Bantuas yang mencapai 3.600 jiwa, 50 persennya menjadi petani sawit. Sedangkan sisanya bekerja di sektor tambang, dan petani sawah.
 
"Kelapa sawit akan menjadi sarana investasi yang sangat menjanjikan. Tak hanya itu, menjadi sebagai langkah awal peningkatan kemajuan pembangunan Kelurahan Bantuas," katanya.
 
Ia menambahkan, namun untuk menjadikan Kelurahan Bantuas agar terus berkembang, perlu waktu dan perjuangan panjang. Sebab, dibutuhkan perkebunan kepala sawit sebagai program jangka panjang dalam mendapatkan penghasilan.

"Diharapkan kepada para petani tetap bersemangat mengembangkan perkebunan kelapa sawit, karena hasilnya tidak langsung dapat dinikmati tetapi dalam jangka 5 hingga 15 tahun mendatang," pungkasnya.
 
DIKUTIP DARI SAMARINDA POST, MINGGU, 28 NOPEMBER 2010

Artikel Terkait