Lihat Perkebunan Lada Putih, Gerbang Dema Dirasakan Masyarakat
29 Mei 2009 Admin Website Artikel 276
Laporan Kasubbag Humas Elstiven SSos

#img1# WARGA yang ingin adanya perubahan sangat antusias membuka lahan perkebunan padahal jalan poros baru dikerjakan tahun 2004 yang lalu. Ini membuktikan bahwa warga perbatasan sangat mendukung program yang dijalankan pemerintah baik dalam dukungan membuka isolasi perbatasan maupun program peningkatan ekonomi kerakyatan melalui Gerbang Dema.

Bupati Malinau Dr Drs Marthin Billa MM dan rombongan menyempatkan diri untuk melihat perkebunan komoditas tanaman lada tersebut. Terlihat perkebunan itu sangat dirawat dan tidak ada satupun tanaman perdu di antara tanaman lada tersebut.

Marthin Billa mengungkapkan kebanggaannya karena warga telah berhasil mengelola tanaman lada putih. Sebab, dana yang disalurkan pemerintah melalui program Gerbang Dema baik desa dan kecamatan turut membantu masyarakat untuk mengelola perkebunan lada tersebut. Bupati Marthin Billa menyampaikan, komoditas tanaman lada yang ada saat ini agar terus dikembangkan karena dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Marthin menyarankan agar perkebunan lada ini selalu dirawat dan dibersihkan, agar proses pertumbuhannya lebih baik dan lebih banyak menghasilkan buah. ?Saya bangga melihat perkebunan lada ini, tanamannya subur bahkan hampir semuanya berbuah?, ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Sungai Barang Herman mengatakan, perkebunan lada milik warga tidak cuma ada di sini namun masih banyak di beberapa lokasi lainnya, dan lokasi yang dikunjungi rombongan Bupati saat ini luasnya hanya 2 hektare.

?Yang dikunjungi saat ini hanya dua hektare saja dan pengelolaannyapun menggunakan dana Gerbang Dema, namun di beberapa tempat masih banyak lagi dan lebih luas dari pada ini. Itupun dikerjakan dan dikelola oleh masing-masing kepala keluarga (KK) dan bukan melalui dana Gerbang Dema,? ucapnya.

Dikatakan, komoditas tanaman lada putih mulai ditanam tahun 2006 yang lalu menggunakan dana Gerbang Dema Desa sebesar Rp 30 juta sementara tanaman lada yang dikelola oleh warga setempat sudah ada semenjak beberapa tahun yang lalu. Bibit lada putih yang ditanam di pinggir jalan poros itu ternyata didatangkan dari Malinau dan Samarinda.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Samuel Yusuf SE M Si mengatakan, proses perawatan tanaman lada ini harus dimulai dari akarnya. Apabila ada akar yang merambat ke tanah harus dipotong karena tidak berfungsi malah menghambat proses pembuahan. ?Akar ini disebut akar cacing jadi harus dipotong, jika tidak akan menghambat proses pertumbuhan dan pembuahannya,? jelas Samuel. Usai meninjau lokasi perkebunan lada Bupati Marthin Billa dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Long Ampung

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 28 MEI 2009

Artikel Terkait