Kementan Laksanakan Musrenbangtan Nasional Tahun 2011
06 Juni 2011 Admin Website Artikel 339
Jakarta - Sekitar 1000 Kepala Dinas/ Kepala Badan/ Kepala Kantor lingkup pertanian provinsi dan kabupaten/ kota mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional Tahun 2011. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengkoordinasikan perencanaan pembangunan dalam rangka merumuskan program dan kegiatan pertanian tahun 2012. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 31 Mei – 1 Juni 2011 ini diawali dengan pemaparan tetang evaluasi kegiatan pembangunan pertanian tahun 2010, progres kegiatan pada Triwulan I Tahun 2011, serta rencana kegiatan Tahun 2012 oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir. Hari Priyono, Msi. 

”Berdasarkan capaian indikator makro pertanian tahun 2010, jumlah tenaga kerja dan nilai tukar petani sudah mendekati target. Untuk mencapainya, pertumbuhan PDB dan neraca perdagangan dapat terus ditingkatkan. Sementara itu, realisasi swasembada dan swasembada berkelanjutan pada tahun 2010, untuk produksi padi & jagung telah mencapai 99,6% dan 92,75%, kedelai 69,9%, gula 78,3% dan daging sapi 105,58 % dari target yang sudah dicanangkan,” demikian dipaparkan Sekjen. 

Adapun untuk program diversifikasi pangan tahun 2010, konsumsi beras mengalami penurunan sebesar 1,43% atau mendekati target yang ditetapkan Kementerian Pertanian tahun 2010 sebesar 1,5%, yang diiringi dengan peningkatan konsumsi pangan dari buah-buahan dan pangan hewani. Tidak hanya itu, Skor Pola Pangan Harapan juga meningkat sebesar 2,28%.

Lebih lanjut, Sekjen menjelaskan tentang progress kegiatan pembangunan pertanian pada triwulan-I Tahun 2011 dan realisasi anggaran sampai dengan tanggal 18 Mei 2011, dimana untuk capaian tertinggi per Eselon I berhasil diraih Itjen sebesar 27,20% disusul Badan Karantina Pertanian 23,34%dan Badan Litbang Pertanian 22,93%

Sementara itu, membahas tentang rencana kegiatan pertanian tahun 2012, Sekjen menyebutkan bahwa penekanan prioritas RKP 2012 didasarkan arahan Bappenas yaitu menjamin keberlanjutan dan pencapaian swasembada pangan terutama beras untuk mencapai surplus 10 juta ton beras, pengembangan energi alternatif/biofuel, pengembangan koridor ekonomi, penanggulangan bencana, mitigasi-adaptasi, antisipasi perubahan iklim serta percepatan pembangunan NTT, Papua dan Papua Barat.

Sekjen juga meminta kepada para peserta untuk fokus terhadap program prioritas dan direktif presiden, komoditas strategis, wilayah pembangunan/pengembangan kawasan, jumlah satuan kerja dan jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam melakukan pengelolaan rencana anggaran tahun 2012 .

Sumber: Biro Umum dan Humas Kementan


Artikel Terkait