Kelapa Sawit Andalan Masa Depan Kutim
13 Maret 2014 Admin Website Berita Daerah 346
Kelapa Sawit Andalan Masa Depan Kutim

SAMARINDA. Meskipun Kutim memiliki sumber daya alam melimpah,namun perlu kebijakan yang arif mengelolanya. Kebijakan itulah yang diterapkan Pemkab Kutim, mengingat sumber daya alam berupa batubara, minyak, dan gas bumi (migas) bakal habis lantaran tidak dapat diperbaharui.

Pembangunan sektor pertanian dalam arti luas yang menjadi salah satu andalan Pemkab Kutim melalui Gerbang Taman Makmur terus berlanjut sampai sekarang. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah menjadikan Kutai Timur sebagai Pusat Agroindustri sehingga terus dipacu dengan melibatkan berbagai pihak. Berikut menjalin kerjasama semua elemen masyarakat dan perguruan tinggi maupun pemerintah pusat serta pemerintah Provinsi Kaltim.

Salah satu unggulan yang dimiliki Kutim adalah Perkebunan Kelapa Sawit yang tersebar hamper di 18 kecamatan. Jika tahun 2002 lalu sentra perkebunan kelapa sawit hanya berada di dua kecamatan, yakni Muara Wahau dan Kongbeng. Kini sudah menyebar hampir ke seluruh kecamatan, meskipun belum begitu besar seperti di dua kecamatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan di setiap kecamatan bakal dibangun pabrik CPO mengingat tanaman kelapa sawit sudah mulai dibuka diberbagai kecamatan.

Saat ini, Kutim memang masih mengandalkan pemasukan dari tambang dan migas. Kendati demikian, SDA yang tidak bisa diperbaharui  itu bukan menjadi andalan Kutim dalam pelaksanaan Pembangunan serta pemasukan bagi daerah. Sebaliknya., diperlukan inovasi dan kreativitas semua pihak guna mewujudkan cita-cita luhur tersebut.

Bupati Isran Noor pada berbagai kesempatan meminta kepada seluruh SKPD untuk meningkatkan kreativitas dan kinerjanya dimasa mendatang. Saat ini, pengembangan perkebunan bukan saja kelapa sawit, namun sudah mulai berkembang kepada komoditas lainnya. Yakni karet, kakao, kenaf, vanili, maupun komoditas yang memiliki ekonomi tinggi. Potensi perkebunan dan pertanian di Kutim yang cukup besar, menjadi incaran kelangan investor. Hal ini disebabkan iklim investasi di daerah ini cukup kondusif serta mendapat dukungan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan sector perkebunan kelapa sawit ini juga diikuti dengan pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang dilakukan sejumlah perusahaan. Antara lain di Muara Wahau dan Kongbeng serta di Sangkulirang, karangan, bengalon, dan Muara Bengkal. Kapasitas pabrik CPO itu sudah mencapai ratusan ton per hari. Pabrik CPO seperti itu bakal tumbuh dan berkembang seiring dengan pengembangan kebun sawit yang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan di Muara Wahau juga telah berdiri pabrik bio diesel yang telah diresmikan dan menghasilkan bahan bakar, namun untuk sementara masih memenuhi kebutuhan pabrik sendiri. Saat ini, tanaman perkebunan kelapa sawit di Kutim sudah melampaui Kabupaten Paser yang lebih dulu menanam sawit.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kutim Akhmadi Baharuddin, Pemerintah memprogramkan pembangunan perkebunan kelapa sawit kerjasama antara investor dan masyarakat melalui program kemitraan. Dengan demikian, baik masyarakat maupun perusahaan akan maju bersama dalam membangun perkebunannya.

"Melalui pola tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, namun berperan aktif dalam membangun perkebunannya serta ikut menjaga aset yang dimiliki. Dengan demikian, suasana dan iklim investasi akan tetap kondusif, karena masyarakat ikut dilibatkan didalamnya," kata Akhmadi.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 13 MARET 2014


Artikel Terkait