Industri Sawit RI Kalah Dari Malaysia, Ini Penyebabnya
09 Mei 2013 Admin Website Berita Nasional 309
Industri Sawit RI Kalah Dari Malaysia, Ini Penyebabnya

JAKARTA. Produksi dan kualitas sawit Indonesia masih kalah dengan Malaysia, hal ini salah satunya karena banyaknya beredar bibit sawit palsu, sehingga produktivitas perkebunan sawit rakyat masih rendah.

Dikatakan Menteri Pertanian Suswono, produktivitas sawit Indonesia masih kalah dibandingkan Malaysia, walaupun Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil minyak sawit (crude palm oil/CPO).

"Ini karena utamanya produksi perkebunan kelapa sawit rakyat masih rendah," ujar Suswono usai menghadiri International Conference And Exhibition On Palm Oil 2013, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Masih rendahnya produktivitas perkebunan rakyat ini, kata Suswono, di antaranya karena usia pohon kepala sawit banyak yang tua dan banyak beredarnya bibit sawit yang tidak tersertifikasi (palsu).

"Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Pertanian banyak melakukan upaya seperti memberikan bantuan benih untuk mengganti pohon sawit yang sudah tua, artinya kita melakukan peremajaan," ucapnya.

Suswono mengatakan, pihaknya juga melakukan berbagai pembinaan, perawatan, serta membantu memberikan pemupukan. "Sehingga kita harapkan perkebunan kepala sawit juga mendekat produktivitas perkebunan besar," tukasnya.

Ditambahkan Sekretaris Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Mukti Sarjdono, pemerintah juga aktif melakukan pergantian bibit sawit palsu.

"Banyak beredar bibit sawit tidak bersertifikat, sehingga ketika besar ternyata sawitnya bunga jantan dan tidak menghasilkan bijih sawit," ungkapnya.

Kementerian Pertaian, kata Mukti, melakukan pergantian secara cuma-cuma untuk bibit sawit yang palsu. "Tapi karena dananya terbatas sehingga belum mampu mencakup seluruh perkebunan masyarakat yang membutuhkan," tandasnya.

DIKUTIP DARI DETIK ONLINE, SELASA, 7 MEI 2013


Artikel Terkait