Harga Karet Lesu
29 Agustus 2014 Admin Website Berita Daerah 478
Harga Karet Lesu
SAMARINDA. Sejumlah petani kebun karet di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) mengadu ke DPRD beberapa hari lalu. Pasalnya, beberapa bulan terakhir harga karet mentah di pasaran menurun drastis. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut menurun. Anggota DPRD Kukar Firnadi Ikhsan mengatakan, persoalan menurunnya harga karet, dari Rp 14 ribu menjadi Rp 4.000 dipengaruhi hukum pasar.
 
Tetapi persoalan ini tidak lepas dari campur tangan pengumpul karet yang diyakini ada permainan harga. Sehingga harga karet mengalami penurunan yang cukup signifikan, tanpa merinci lebih lanjut.  Menurutnya, persoalan ini harus mampu dipikirkan oleh dinas terkait.
 
Pasalnya, berbicara masalah anggaran dan bantuan untuk pengembangan perkebunan dan pertanian di Kukar cukup besar.
 
Tetapi masyarakat sebagian besar belum merasakan hal itu. "Ini persoalan bagaimana masyarakat bisa sejahtera, tanpa mereka harus berpikir ke mana hasil kebun mereka dipasarkan, tanpa harus waswas dengan masalah harga," katanya.
 
Dia menyarankan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) untuk membentuk koperasi yang betul-betul dikelola dengan profesional. Sehingga apa yang diinginkan pemerintah daerah melalui program Gerbang Raja bisa terwujud. "Seharusnya ada harga standar yang bisa digunakan, sehingga ketika karet mengalami penurunan harga bisa tetap stabil dan penghasilan petani tidak terpengaruh," harap Firnadi.
 
Menurutnya, ini adalah persoalan bersama. DPRD selaku pengawas dan pemerintah daerah yang punya gawean, memiliki pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi secara seksama. Sehingga persoalan-persoalan seperti ini, mampu ditekan ke depan. (adv/*/rvj/kri/k9)

DIKUTIP DARI KALTIM POST,RABU, 27 AGUSTUS 2014

Artikel Terkait