Duta Besar RI Untuk Turki Promosikan Potensi Perkebunan Kaltim
27 Februari 2014 Admin Website Berita Daerah 348
Duta Besar RI Untuk Turki Promosikan Potensi Perkebunan Kaltim
SAMARINDA. Duta Besar (Dubes) RI untuk Turki, di Ankara melakukan promosi potensi sektor perkebunan Kaltim. Yaitu Pemprov Kaltim diundang mengikuti pameran agrikultur terbesar bertajuk "Agriculture Expo 2014" yang akan diselenggarakan pada Mei mendatang di Turki.

"Ini even bagus untuk diikuti sebagai media promosi potensi sektor pertanian Kaltim dalam arti luas. Khususnya sektor perkebunan kelapa sawit yang potensinya cukup besar. Namun karena kurang promosi, sehingga potensinya belum dikenal pemerintah maupun investor Turki," kata Dubes RI untuk Turki Nahari Agustini di Samarinda, Rabu (26/2).

Hal tersebut menjadi salah satu tujuan kedatangannya ke Kaltim menemui Gubernur bersama jajaran terkait. Harapannya, Gubernur bersama tim hadir dan mengikuti rangkaian pameran agrikultur terbesar di Turki tersebut.

Apalagi, di dalamnya juga akan dilaksanakan pertemuan bisnis (business meeting) antar perwakilan Negara yang terlibat. Sehingga diharapkan membuka peluang kerjasama pengembangan sektor perkebunan kepala sawit kaltim yang potensinya sangat luar biasa.

Menurutnya, Pejabat Pemerintahan Turki menginginkan peluang kerjasama pengembangan industri pengolahan kelapa sawit dibuka lebih besar di Indonesia, khususnya Kaltim. Selama ini yang lebih terkenal Malaysia. Padahal  para pejabat itu mengetahui potensi perkebunan kelapa sawit di Indonesia lebih besar daripada Malaysia.

"Menteri Pertanian sudah memastikan bakal hadir. Pak Gubernur juga menyambut positif dan diharap bersedia hadir bersama timnya. Kesempatan kerjasama pengembangan perkebunan kelapa sawit dan pertanian arti luas lainnya sangat besar," sebut Nahari.

Secara teknis, Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim akan menindak lanjuti rencana tersebut.

"Selama ini investasi yang berjalan di Indonesia adalah bio thermal energy atau energi panas bumi di Jabar, Jatim, dan Sumsel dengan total investasi sekitar USD 2 miliar. Ke depan bukan mustahil dikembangkan di Kaltim," timpalnya.

Menyikapi itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengaku menyambut baik tawaran tersebut. Apalagi Pemprov  sedang giat-giatnya mengembangkan perkebunan kelapa sawit menjadi bagian penopang ekonomi kaltim bersama sektor pertanian lainnya. Pemprov telah menargetkan pengembangan lahan sawit hingga 1,7 hektare dari sekarang yang hanya 1 juta hektaer lebih.

"Kita akan pertimbangkan. Mudahan bisa diikuti dan mempromosikan potensi SDA kita yang melipah," harap Faroek.

Sementara Wakil Ketua Kadin Kaltim Bidang Hubungan Industrial (HI) S. Iwan mengatakan pameran agrikultur dinilai menjadi media promosi tepat dalam membuka peluang kerjasama pengembangan sektor pertanian Kaltim.

"Kaltim punya SDA seperti yang diinginkan Pemerintah dan Investor Turki," akunya.

Hanya saja tetap harus dipilah yang masa depannya bisa berkembang. Karena perdagangan internasional mesti berkesinambungan. Contohnya seperti perkebunan kelapa sawit dan perikanan yang peluangnya masih terbuka lebar. (arf-gus/diskominfo)

SUMBER : DISKOMINFO PROV. KALTIM


Artikel Terkait