(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Disbun Selenggarakan Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan di Kabupaten Paser

11 Juli 2024 PPID Berita Daerah 222
Disbun Selenggarakan Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan di Kabupaten Paser

TANA PASER. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan di Desa Tebru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 10 hingga 11 Juli 2024. Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili Penyuluh Pertanian Ahli Muda, Dessy Susanti.

Peningkatan kesejahteraan petani di Provinsi Kalimantan Timur menjadi fokus utama pemerintah, mengingat perkembangan pesat sektor perkebunan. Namun, beberapa kendala seperti rendahnya produktivitas tanaman dan lemahnya pemasaran hasil produksi masih menjadi tantangan.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melakukan perluasan areal, intensifikasi, rehabilitasi, dan peremajaan tanaman, serta memberikan pelatihan kepada petani atau pekebun untuk meningkatkan pengetahuan dan manajemen kelembagaan.

"Pemerintah Kalimantan Timur berupaya mengatasi masalah ini dengan berbagai program, termasuk pelatihan intensif untuk petani dari 207 kelompok tani (poktan/gapoktan) sejak 2019 hingga 2023," ujar Dessy, Rabu (10/07) kemarin.

Pelatihan ini diikuti oleh 400 peserta yang tersebar di 20 kelas, dengan fokus pada berbagai komoditas seperti kopi, kakao, pala, kelapa sawit, dan kelapa. Pelatihan ini diadakan di empat kabupaten selama bulan Juli 2024, yaitu Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Berau, dengan jumlah peserta sebanyak 165 orang. Pada bulan Agustus 2024, pelatihan akan dilanjutkan di kabupaten Kutai Barat, dengan total peserta 235 orang.

"Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kebersamaan dan memotivasi kelembagaan petani agar lebih maju. Poktan/gapoktan diharapkan mampu bersaing dalam proses budidaya dan pemasaran hasil pertanian," tambahnya.

Pengembangan kelembagaan petani menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, diharapkan kelompok tani dapat berkembang secara mandiri.

Pemerintah berharap kelompok tani yang hadir dapat menjadi kelompok tani sejati, yang mampu berkembang dan berproduksi secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada bantuan pemerintah. (afif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait