Disbun Optimis Pelatihan Tani Dongkrak Kesejahteraan Petani Perkebunan

KUTAI BARAT. Suasana penuh semangat tampak di Kampung Linggang Bigung Baru, Kecamatan Linggang Bigung, saat Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggelar Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan Tahun 2025 pada 21–22 Agustus 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Muhammad Fahrozi, Penyuluh Pertanian Disbun Kaltim, yang mewakili Plt. Kepala Dinas Perkebunan. Dalam arahannya, Fahrozi menekankan bahwa sektor perkebunan, khususnya karet, tengah mengalami perkembangan pesat dan memiliki prospek besar untuk meningkatkan perekonomian daerah sekaligus kesejahteraan petani.
“Saat ini perhatian kita bukan hanya pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada perbaikan manajemen kelembagaan kelompok tani serta tata kelola pemasaran hasil perkebunan yang selama ini belum terarah dengan baik. Tanpa perbaikan menyeluruh, potensi besar ini sulit memberi dampak nyata bagi petani,” ujar Fahrozi.
Pelatihan ini diikuti sekitar 20 peserta dari Kelompok Tani Bina Usaha 2, yang merupakan kelompok tani komoditi karet. Mereka mendapatkan pembekalan dari dua pengajar, yakni Inalpi dan Krisyanti Banaya, yang membawakan materi terkait peningkatan produktivitas, manajemen kelembagaan, hingga strategi usaha produktif berbasis perkebunan.
Fahrozi juga memberi dorongan kepada peserta agar aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan. Menurutnya, kesempatan ini tidak datang setiap waktu dan hanya diberikan kepada kelompok yang dinilai siap untuk berkembang.
Ia berharap pelatihan ini mampu membentuk pola pikir baru di kalangan petani, mengubah perilaku tradisional menuju metode yang lebih maju, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antaranggota kelompok.
“Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal perubahan. Meski penerapannya tidak bisa instan, dengan pendampingan yang berkesinambungan dari petugas provinsi, kabupaten, hingga lapangan, kelompok tani dapat berkembang menjadi kelembagaan yang mampu membawa kesejahteraan bagi anggotanya,” tutup Fahrozi.
Dengan adanya pelatihan ini, Disbun Kaltim optimistis petani karet di Kutai Barat dapat mengubah pola tanam tradisional menjadi lebih modern dan berteknologi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi kelompok tani sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus mendukung pembangunan perkebunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (fif/disbun)\
SUMBER : SEKRETARIAT