Disbun Kaltim Tertarik Kembangkan Kopi Luwak
20 Juli 2012 Admin Website Artikel 255

SAMARINDA. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim berencana akan mengembangkan budidaya kopi luwak (musang), yakni kopi hasil fermentasi dari perut binatang tersebut.

Kepala UPTD Teknologi Terapan Perkebunan, Ir Henny Herdiyanto menyebutkan, kopi luwak selain memiliki citarasa yang unik juga harga di pasaran cukup mahal. Kopi hasil fermentasi itu sangat istimewa karena kekhasan proses, kelangkaan dan citarasa yang unik yang tidak ditemui dalam kopi jenis lainnya.

Kopi luwak menurut dia, memiliki rasa seimbang, antara manis, pahit dan asam, terasa lebih lama / after taste.

Selain itu, kandungan protein yang rendah pada kopi luwak menghasilkan citarasa yang superior. Itu terjadi karena saat proses pencernaan di perut luwak, protein tercerna dan keluar dari biji kopi.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pengembangan budidaya kopi luwak tersebut, pihaknya mengadakan studi banding di Gapoktan Agro Alam Lestari di Desa Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang merupakan Gapoktan yang telah berhasil mengembangkan budidaya kopi luwak, 13-16 Juli yang lalu.

Menurutnya, tujuan dari studi banding ini diantaranya adalah melakukan pembelajaran yang berkaitan dengan proses pengolahan kopi luwak secara langsung guna meningkatkan pengetahuan petugas dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Sampai dengan tahun 2011, luas komoditi kopi robusta di Kaltim mencapai 10.586 hektare dengan produksi 2.312 ton biji kering dan petani yang bekerja di sektor itu sekitar 13 ribu kepala keluarga.

"Harga biji kering kopi hanya berkisar Rp 18ribu/kilogram, sementara harga kopi luwak di pasaran dunia mencapai  jutaan rupiah/kilogram, bahkan harga secangkir kopi luwak bisa mencapai Rp 500 ribu/cangkir", ungkap Henny.

Diterangkannya, potensi komoditas kopi di kalangan masyarakat sangat besar, namun sayangnya industri hilirnya terbatas sehingga pengolahannya perlu dikembangkan lagi di masa mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan efek pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

"Mengembangkan budidaya kopi luwak ini merupakan salah satu alternatif meningkatkan perekonomian daerah dan dapat memberikan efek pemberdayaan ekonomi masyarakat pekebun di masa mendatang", harapnya. (rey)

SUMBER : UPTD TEKNOLOGI TERAPAN PERKEBUNAN


Artikel Terkait