Brigade Proteksi Tanaman Harus Terampil Atasi Serangan OPT Perkebunan
18 Juli 2020 Admin Website Berita Daerah 50
Brigade Proteksi Tanaman Harus Terampil Atasi Serangan OPT Perkebunan

TANJUNG REDEB. Perkebunan menjadi sektor andalan karena mampu memberikan kontribusi kepada pendapatan petani dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga diharapkan dapat menopang ekonomi Kalimantan Timur di masa mendatang.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili Kepala Unit Pelaksana Tekn is Dinas Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (UPTD P2TP), Hj. RR. Zuraida Henny Hapsari pada Bimbingan Teknis Brigade Proteksi Tanaman Perkebunan yang sebelumnya dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Berau, Sumaryono.  Kegiatan berlangsung di Tanjung Redeb, selama dua hari, 13 sd 14 Juli pekan lalu dan diikuti 10 orang petugas perkebunan dari Kabupaten Berau.

"Namun perlu diwaspadai adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) perkebunan karena dapat mengakibatkan kematian tanaman dengan intensitas sangat tinggi sehingga mempengaruhi turunnya hasil produksi dan kerugian bagi petani pekebun", ungkapnya.

Menurut Zuraida, permasalahan mendasar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan serangan OPT tersebut adalah sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang belum memadai pada proses pengendaliannya.

“Guna membentuk sumber daya manusia yang andal, sebagai motor penggerak dalam melakukan tindakan pengendalian OPT, personil Brigade Proteksi Tanaman Perkebunan harus terampil dan terlatih”, tutur Zuraida lagi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali dengan tatacara penggunaan alat dan bahan pengendalian, alat mobilisasi pengendalian, standard operasional prosedur sehingga mampu bergerak secara cepat dan tepat dalam melakukan tindakan pengendalian OPT di lapangan.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Berau, Sumaryono beserta jajaran dan pemandu lapang Kaltim  (rey/disbun)

SUMBER : UPTD PENGEMBANGAN PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN


Artikel Terkait