Bank Mandiri-BRI Kucurkan Kredit Rp 300 Miliar Lebih
29 Mei 2008 Admin Website Artikel 461
Kredit sawit tersebut menurut Kepala Dinas Perkebunan Kutim Akhmadi Baharuddin didampingi Kepala Seksi Usaha Tani Suprayitno, akan disalurkan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit.

"Dana kredit sawit itu, pihak perusahaan yang mendapat persetujuan yang mengelolanya. Jadi tidak diberikan langsung kepada petani, tetapi perusahaan yang bersangkutan yang mengelola. Mekanisme pengelolan dana kredit tersebut, pihak perusahaanlah yang lebih tahu," kata Akhmadi, Rabu (28/5) kemarin.

Disebutkan, kecamatan yang mendapat kucuran kredit kelapa sawit diantaranya PT Tapaian Nadengan di wilayah kecamatan Muara Wahau seluas 2.394 hektare untuk 1.197 kepala keluarga (KK) dengan nilai kredit sebesar Rp 58.143.073.000 dari Bank Mandiri. Estimasi penggunaan dana per hektare kebun kelapa sawit sekitar Rp 24.288.997,91. untuk PT Kresna Duta Agroindo yang beroperasi di wilayah Kecamatan Telen mendapat kucuran kredit pembangunan kebun kelapa sawit dari Bank Mandiri sebesar Rp 28.772.155.000 pada luas areal 1.250 hektare untuk 436 KK. Estimasi penggunaan dana per hektare sebanyak Rp 23.017.724.

Berikut untuk PT Bina Palma Nugraha mendapat kucuran kredit dari bank sebesar Rp 39.337.355.000. Sedangkan untuk kecamatan Kongbeng, Karangan dan kecamatan Kaubun, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sana yang dikelola PT Gunta Samba mendapat kucuran kredit dari BRI sebesar Rp 189.710.608.000 pada luas lahan 7.280 hektare untuk 2.794 KK. Estimasi anggaran pembangunan kebun kelapa sawit per hektare sebanyak Rp 26.059.149,45.

"Dari enam kecamatan yang mulai tersentuh program kredit pengembangan perkebunan kelapa sawit tersebut, besaran biaya pengelolaan tiap hektare ternyata bervariasi. Ini tergantung hasil penilaian tim saat meninjau lapangan," tambah Suprayitno

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 29 MEI 2008

Artikel Terkait