Aren Genjah Kian Diminati
15 Januari 2013 Admin Website Artikel 362

SANGATTA. Aren genjah yang dikembangkan di Kutai Timur kini makin diminati untuk dijadikan tanaman produktif dan penghijauan. Permintaan bibit aren genjah ini antara lain datang dari Sumatera Utara, berikut dari Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan

"Sumatera Utara sudah membeli bibit aren genjah untuk kepentingan reboisasi di sekitar Danau Toba. Kemudian Kabupaten Tanjung juga membeli 6.000 bibit untuk penghijauan di daerah itu", kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim, Akhmadi Baharuddin, kemarin.

Dijelaskan, banyak daerah lain yang juga berminat untuk membeli bibit aren genjah Kutim. Hal itu berkat penetapan Menteri Pertanian melalui Surat Keputusan Nomor 3879/Kpts/SR.120/9/2012 tentang Pelepasan Populasi Aren Genjah Sebagai Varietas Unggul.

"Dengan banyaknya minat masyarakat luar membeli bibit aren genjah, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah ini. Terutama masyarakat Teluk Pandan yang kini menekuni pengembangan komoditas aren genjah, semakin sibuk untuk melakukan pembibitan. Selain itu, warga juga masih memproduksi gula nira", tambahnya.

Untuk gula merah dari aren genjah dijual seharga Rp6.000 per kg. Sedangkan untuk gula semut sekitar Rp20.000 per kg. Satu pohon aren genjah mampu menghasilkan sekitar 3.880 liter dengan kadar gula 12 persen, dan mampu memproduksi 465 kg gula merah.

"Ke depan, kita akan mengembangkan aren genjah ini menjadi bahan bakar bio ethanol. Langkah ini dimaksudkan agar tanaman aren genjah semakin dibudidayakan masyarakat serta mencari alternatif bahan bakar", tambah Akhmadi.

Pengembangan aren genjah Kutim dilakukan maksimal setelah dilakukan penelitian oleh Pemkab Kutim bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma (Balitka) Manado beberapa tahun terakhir. Hasilnya cukup menggembirakan, karena aren genjah menjadi salah satu bibit unggulan yang bisa dikembangkan di tingkat nasional.

Berdasarkan hasil evaluasi dan penelitian Balitka Manado, sebanyak 30 pohon induk aren genjah telah ditetapkan sebagai sumber benih, dengan rata mayang betina mencapai 5,6 tandan. Kemudian rata setiap mayang betina dapat menghasilkan 400 benih terseleksi. Dengan demikian potensi benih aren genjah yang diperoleh mencapai 70.800 butir.

"Untuk mengembangkan perkebunan aren genjah satu hektarenya memerlukan sekitar 600 pohon. Jadi benih yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan untuk pengembangan aren genjah seluas 118 hektare", kata Akhmadi yang didampingi stafnya Alamsyah Saragih.

Dikatakan, ukuran panjang dan lebar buah aren genjah di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan masing-masing 3,66 cm dan 3,73 cm. Artinya buah tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk benih aren genjah yang hanya memerlukan diameter 3 cm.

"Dengan hasil tersebut aren genjah dapat dijadikan sumber benih untuk dikembangkan menjadi varietas yang unggul", paparnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SELASA, 15 JANUARI 2013

Artikel Terkait