Syukurlah, El Nino Tak Merambat ke Sawit Kaltim
10 Agustus 2015 Admin Website Berita Daerah 327
Syukurlah, El Nino Tak Merambat ke Sawit Kaltim
JAKARTA. Kemarau panjang akibat badai El Nino yang mulai mengganggu stabilitas pasokan pangan di Pulau Jawa, tampaknya belum terlalu berdampak kepada lahan pertanian di Kaltim. Begitu pun dengan kelapa sawit.

Pun demikian, Kaltim punya pengalaman pahit dengan gejala alam El Nino pada tahun 1999. "Dampak El Nino belum kami rasakan. Berbeda dengan yang ada di Pulau Jawa dan Sumatra," kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) wilayah Kaltim Azmal Ridwan.

Tapi di sisi lain, dampak cuaca yang paling berpengaruh justru saat bulan puasa. Siklus kemarau tepat di bulan itu. Di tahun sebelumnya pun saat Ramadan, dia mengaku iklimnya pasti selalu panas hampir tidak ada hujan.

Kendati demikian, dia tetap mengimbau kepada anggota Gapki lainnya untuk mewaspadai gejala cuaca ini El Nino ini.

Bukan hanya faktor cuaca yang memengaruhi, tapi faktor seperti bibit yang ditanam terkadang prediksi panen kita meleset. Banyak bibit kelapa sawit yang hanya tumbuh stagnan. Entah karena apa bibit yang tumbuh tidak merata.

Setelah selesai puasa dan Lebaran, saat isu badai El Nino mulai marak melanda Indonesia justru produksi CPO di Kaltim meningkat. “Pascapuasa dan Lebaran trend produksi naik lagi. Bahkan, di Kaltim pertumbuhan produksi kelapa sawit di Kaltim tahun ini dinilai lebih bagus dibanding tahun lalu,” sebut Azmal. 

Tahun ini, pertumbuhan untuk produksi CPO meningkat dari tahun lalu, dan proyeksi pertumbuhan produksi hingga akhir  tahun ini naik 15 persen dibanding tahun lalu.

Lanjutnya, produksi CPO di Kaltim tahun ini akan lampaui target, yakni tahun kemarin jumlah produksi CPO sekitar 5-6 juta ton. Hal ini lebih dikarenakan adanya beberapa lahan baru yang sudah mukai memproduksi CPO. "Lahan yang disiapkan pada tahun 2013 lalu kali ini sudah ready untuk produksi," tuturnya.

Dengan adanya lahan baru ini, prediksi pertumbuhan 15 persen atau 7 juta ton hingga akhir tahun itu bisa saja naik lagi hingga 8,5 juta ton.
Di sisi lain, tidak banyak perusahaan anggota Gapki yang akan melakukan peremajaan yang berdampak pada penurunan produksi. Diketahui luas lahan kelapa sawit di Kaltim saat ini mencapai 1,6 juta hektare.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Pemprov Kaltim Ibrahim mengatakan hal yang sama mengenai bagaimana dampak El Nino di Kaltim bahwa sampai saat ini dampak tersebut belum terasa. 

"Kerugian petani di Kaltim saat ini lebih dikarenakan gagal panen dan bibit yang ada tidak bisa di panen. Pada musim panen yang akan datang kami sudah menyiapkan bibit baru bagi petani Kaltim. Setiap 1 hektare rencana akan kami beri sekitar 12 kilogram bibit," terangnya.

Walau begitu, dia tetap mengimbau kepada petani yang ada di Kaltim tidak usah terlalu panik serta tetap mewaspadai badai El Nino karena badai ini diproyeksikan hingga November nanti. (aji/lhl/k15)

SUMBER : KALTIM POST, SABTU, 8 AGUSTUS 2015

Artikel Terkait