Sertifikasi Cegah Peredaran Benih Palsu
06 Agustus 2015 Admin Website Berita Kedinasan 322
Sertifikasi Cegah Peredaran Benih Palsu

SAMARINDA. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim diwakili Kepala Bidang Produksi, Sukardi mengatakan sepanjang periode Januari s/d Juni 2015, Disbun melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP) telah melakukan sertifikasi terhadap 1.096.262 kecambah sawit, 518.064 bibit sawit, 17.350 kecambah aren, 26.150 bibit kakao, 102.350 bibit lada dan 2.515 bibit aren.

"Sertifikasi dimaksudkan untuk memberikan jaminan kapada masyarakat terhadap keaslian bibit sawit. Sebab, benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan. Pentingnya sertifikasi benih sawit diantaranya mencegah terjadinya peredaran benih sawit palsu (tidak bersertifikat) yang kondisinya semakin marak beredar di masyarakat," ujarnya.

Berkaitan itu, Sukardi mengimbau petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih, maupun bibit bersertifikat. Ini untuk menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam. Jangan sampai sudah puluhan tahun ditanam, namun tidak membuahkan hasil karena menggunakan benih maupun bibit palsu.

Untuk menjamin kualitas benih maupun bibit, masyarakat diminta membeli hanya pada sumber benih resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Di Indonesia hanya ada 10 perusahaan yang ditetapkan sebagai sumber benih resmi.

Adapun 10 perusahaan tersebut diantaranya adalah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT Socfindo Medan, PT London Sumatera (Lonsum) Medan, PT Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan, PT  Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Pekanbaru, PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau, kemudian PT Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT Bakti Tani Nusantara Batam, PT Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Pekanbaru dan PT Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor. (rey/disbun)

SUMBER : UPTD PENGAWASAN BENIH PERKEBUNAN 


Artikel Terkait