Semester I, Permintaan Kecambah Sawit Kaltim Meningkat
11 September 2012 Admin Website Artikel 231

SAMARINDA. Sejalan dengan program Gubernur Kalimantan Timur dalam membangun 1 Juta Hektar Kelapa Sawit mulai tahun 2009 s.d 2013, baik melalui pola Perkebunan Besar Swasta (PBS), Perkebunan Besar Negara (PBN), Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Swadaya dan swadaya masyarakat maka keperluan benih khususnya kelapa sawit semakin meningkat.

Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya lalu lintas perdagangan benih / bibit di masyarakat baik antar area maupun antar pulau dan antar negara.

"Untuk keperluan benih kelapa sawit di Kalimantan Timur sendiri sampai dengan Juni tahun 2012, berdasarkan Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2B-KS) yang dikeluarkan baik oleh Dirjenbun, Disbun Kaltim maupun Kabupaten/Kota sebanyak 21.693.000 kecambah dari 10 sumber benih yang ditunjuk oleh Pemerintah RI, dalam hal ini Kementerian Pertanian," ungkap Kepala Bidang Produksi, Sukardi, SP, M.Si.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari pemohon melalui Disbun Kaltim 10.664.000 kecambah untuk 60 pemohon, Disbunhut Kabupaten Kukar sebanyak 3.910.000 kecambah dengan 11 pemohon, Disbun Kabupaten Kutim sebanyak 7.117.000 kecambah dengan 24 pemohon dan Distanbun kabupaten Paser sebanyak 62.000 kecambah dengan 6 pemohon.

Adapun sumber benih yang resmi di Indonesia berjumlah 10 perusahaan, diantaranya Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT. Socfindo Medan, PT.  London Sumatera (Lonsum) Medan, PT. Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan, PT. Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Pekanbaru, PT. Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau, PT. Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT. Bakti Tani Nusantara Batam, PT. Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Pekanbaru  dan PT. Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor.

Dari hasil laporan pelaksanaan pembangunan perkebunan dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur bahwa luas penanaman kelapa sawit sampai dengan bulan Agustus 2012 telah tertanam seluas ± 866.226 ha sehingga untuk mencapai target satu juta hektar masih 133.774 ha lagi yang harus dicapai. (rey)


SUMBER : BIDANG PRODUKSI


Artikel Terkait