RI Impor 80 Juta Bibit Sawit
26 Mei 2008 Admin Website Artikel 359
Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian, Achmad Mangga Barani mengatakan, kondisi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena bertambahnya lahan kelapa sawit yang dibuka setelah harga minyak dunia melonjak. Saat ini kebutuhan bibit sawit nasional sebanyak 230 juta, sementara pasokan dari dalam negeri hanya 160 juta pertahun. "Masih terdapat kekurangan sekitar 70-80 juta sehingga harus diimpor," ujarnya.

Dari Costa Rica, salah satu negara di Amerika Latin itu, Indonesia mengimpor bibit kelapa sawit sebanyak 20 juta hingga 30 juta benih untuk mencukupi kekurangan pasokan tersebut. Dia mengakui, pemerintah pernah melakukan penutupan impor benih sawit dari Costa Rica karena di negara tersebut terdapat penyakit hewan daun yang bisa menyerang tanaman karet. "Namun setelah melakukan pengecekan ke Costa Rica, ternyata ada bibit sawit yang memiliki kulaitas bagus," tegasnya.

#img1# Benih dari negara tersebut, menurut dia, bisa menghasilkan pohon yang pendek-pendek sehingga setiap hektar (ha) bisa ditanami 160-200 pohon lebih banyak dari umumnya yang hanya 140 pohon perhektar. Selain itu usia pohon dari benih compact tersebut juga lebih panjang yakni mencapai 38 tahun untuk bisa diremajakan sedangkan umumnya 20 tahun sudah harus diremajakan. "Begitu juga tingkat randemen lebih tinggi yakni sekitar 26-28, sedangkan yang biasa hanya 22," terangnya.

Sementara itu untuk impor benih sawit dari Malaysia saat ini oleh pemerintah Malaysia hanya diizinkan bagi perusahaan perkebunan di Indonesia yang berasal dari negara tersebut. Namun menurut dia, impor benih kelapa sawit dari Malaysia dan Papua Nugini tidak terlalu banyak."Dari Malaysia hanya perlu sekitar 10-15 juta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sedangkan dari Papua Nugini kurang dari lima juta benih untuk memenuhi carry over 2007," jelasnya.

DIKUTIP DARI RADAR TARAKAN, SABTU, 24 MEI 2008

Artikel Terkait