Petani Kelapa Waspadai Layu Kalimantan
03 Juli 2012 Admin Website Artikel 240

SAMARINDA. Dinas Perkebunan (Disbun) kaltim menghimbau kepada para petani kelapa di Kaltim untuk mewaspadai serangan penyakit layu kalimantan pada tanaman tersebut.

"Kelapa merupakan komoditas unggulan selain karet dan kelapa sawit di Kaltim dan banyak memberikan kontribusi besar kepada pendapatan petaninya, namun perlu diwaspadai serangan penyakit kayu kalimantan yang menyerang tanaman tersebut", ungkap Kepala Disbun Kaltim, Ir. Etnawati, M.Si

Menurutnya, penyakit layu kalimantan disebabkan oleh Phtyoplasma, merupakan salah satu penyakit berbahaya pada tanaman kelapa yang dapat mengakibatkan kematian tanaman, sehingga mempengaruhi turunnya hasil produksi.

"Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan keringnya daun pada bagian yang muda dan kemudian disusul dengan kerontoak daun - daun. Pada tahap akhir pohon mengalami kematian dan hanya terlihat seperti tiang - tiang yang berdiri", jelasnya.

Oleh karena itu, Disbun Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (UPTD-P2TP) menyelenggarakan kegiatan Indetifikasi dan Pengendalian Penyakit Kayu Kalimantan pada Tanaman Kelapa di Kutai Timur, dimaksudkan untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kepada petani kelapa dalam pengendalian penyakit tersebut.

Ditambahkannya, sampai saat ini penyakit layu kalimantan pada tanaman kelapa masih sulit dikendalikan. Perkembangannya sendiri sulit dideteksi sejak awal, hal ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya tanaman kelapa merupakan tanaman rakyat yang teknik budidayanya kurang diperhatikan,sehingga biasanya terlihat gejala jika sudah parah. selain itu  tanaman kelapa mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap penyakit sehingga jika sudah terserang penyakit akan sulit untuk melakukan tindakan penyembuhan, apalagi  jika sudah terjadi gejala layu. Kenyataannya jika tanaman kelapa sudah bergejala layu maka tanaman tersebut sudah mengalami kematian/atau kerusakan pada bagian tertentu misal pada akar, batang, ataupun pada umbut, yang sulit melakukan dideteksi.

Dalam kesempatan ini, dihadirkan narasumber dari Pusat Penelitian Kelapa, Manado. (rey)

SUMBER : UPTD PENGEMBANGAN PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN


Artikel Terkait