Permintaan bibit sawit menjulang
11 Mei 2012 Admin Website Artikel 321

JAKARTA. Penjualan benih sawit kuartal I tahun ini cukup mengembirakan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan mengklaim, kuartal pertama tahun ini, penjualan benih sawit mencapai 10,1 juta benih, 12,2% lebih tinggi dari target kuartal I sebanyak 9 juta benih.

Oloan Lubis, Manejer Pemasaran PPKS Medan mengatakan, penjualan ini di luar perkiraan perusahaan. "Kita hanya menargetkan, penjualan setiap bulan sebanyak 3 juta benih saja," ujar Oloan (10/5).

Pada bulan April lalu, penjualan penih sawit PPKS mencapai 4 juta benih. Sedangkan untuk bulan Mei ini, PPKS menargetkan penjualan meningkat 13,3% dari target bulanan sekitar 3,4 juta benih.

Di periode Januari hingga bulan April, penjualan benih sawit PPKS mencapai 14,1 juta benih. Dus, melihat kondisi ini, manajemen PPKS optimis pada kuartal II tahun ini, perusahaan dapat menjual benih sawit sekitar 11,5 juta atau naik 27,8% dari target sebanyak sembilan juta benih.

Sekedar informasi, tahun lalu, PPKS mampu menjual sekitar 35 juta benih tanaman sawit, naik 16,66% dibandingkan tahun 2010 yang hanya 30 juta benih. Meski begitu, tahun ini, PPKS hanya menargetkan penjualan sebesar 30 juta benih. Kapasitas maksimal PPKS adalah mempu diproduksi PPKS mencapai 50 juta benih per tahun.

Meningkatnya permintaan benih sawit PPKS, menurut Oloan karena banyak perusahaan perkebunan dan petani sawit rakyat yang melakukan pembukaan lahan dan peremajaan tanaman.

Meski tidak merinci, namun pembelian benih sawit PPKS mayoritas berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Oloan bilang, sebanyak 30% benih sawit PPKS dibeli oleh petani rakyat, sementara sisanya dari perusahaan perkebunan sawit swasta dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

PPKS merupakan gabungan dari tiga lembaga penelitian, yaitu Pusat Penelitian Perkebunan uslitbun) Medan, Puslitbun Marihat, dan Puslitbun Bandar Kuala. Tahun 1993 sampai 2009, PPKS berada dalam koordinasi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia yang anggotanya yaitu PT Perkebunan Nusantara dan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Hingga saat ini, PPKS telah memproduksi sembilan varian benih sawit, antara lain High mesocarp, dan big bunch.

Dami Mas naik 43%

Peningkatan penjualan benih sawit ini juga dialami PT Dami Mas Indonesia, anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART). Untuk kuartal II tahun ini, Dami Mas menargetkan penjualan stabil di sekitar4 juta hingga 5 juta benih.

Kuartal pertama lalu, penjualan benih sawit Dami Mas mencapai 4 juta benih. Jumlah tersebut naik 43% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang hanya 2,8 juta benih.

Sementara, untuk total tahun 2012 ini, Dami Mas menargetkan penjualan sebanyak 20 juta benih atay meningkat 66% dibanding realisasi penjualan tahun lalu sebanyak 12 juta benih.

Tony Liwang, Direktur Dami Mas mengatakan, pihaknya tidak akan mematok target penjualan benih sawit terlalu tinggi pada kuartal II tahun ini. "Setidaknya sama seperti kuartal I sudah bagus," kata Tony.

Rismansyah Danasaputra Direktur Tanaman Tahunan Kementerian Pertanian mengatakan, produksi benih kelapa sawit tahun ini diprediksi mencapai 163 juta benih, atau mengalami peningkatan 8,7% dibandingkan realisasi produksi benih tahun lalu sebanyak 150 juta benih.

DIKUTIP DARI KONTAN, JUMAT, 11 MEI 2012


Artikel Terkait