Menteri Pertanian Tinjau Persiapan Penas Tani-Nelayan
12 Mei 2011 Admin Website Artikel 267

TENGGARONG - Menteri Pertanian, Suswono menyempatkan untuk meninjau persiapan lapangan perhelatan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XIII yang dijadwalkan berlangsung di Kota Tengarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim 18-23 Juni 2011.

Peninjauan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Mentan ke Kaltim yang memang dikhususkan untuk melihat langsung persiapan Panas Petani dan Nelayan XIII, baik secara administratif maupun kondisi di lapangan.

"Penas tinggal satu bulan setengah lagi sehingga perlu kerja keras untuk mempersiapkan dengan baik, karena kegiatan petani dan nelayan se-Indonesia ini akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka sekaligus menyaksikan berbagai kemajuan teknologi pertanian yang diperagakan dalam sejumlah demplot," kata Suswono di sela-sela meninjau kondisi demplot tepat di belakang GOR Aji Imbut.

Suswono yang didampingi Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy dan Bupati Kukar, Rita Widyasari serta sejumlah pejabat teras daerah serta penitia pelaksana Penas XIII, tampak antuasias menerima penjelasan dari pihak panitia terkait persiapan perhelatan empat tahunan itu.

Pertama kali, Mentan, Wagub dan Bupati Kukat berserta rombongan meninjau perispan ruang instirahat presiden dan panggung kehormatan untuk pembukaan di Stadioan Madya Tenggarong yang akan dihadiri sekitar 30.000 peserta dari penjuru tanah air.

Dalam peninjauan itu diperoleh penjelasan tentang pembukaan Penas yang dijadwalkan dibuka Presiden akan dihadiri sekitar 27.000 peserta. Jumlah tersebut sesuai dengan kapasitas Stadion Madya, sehingga diperkirakan ada peserta tidak dapat mengikuti pembukaan secara langsung di dalam stadion.

"Mengantisipasi terbatasnya kapasitas stadion dan terlambatnya peserta yang akan menghadiri pembukaan Penas, pihak panitia telah menyiapkan layar lebar sehingga tetap bisa mengikuti pembukaan, meskipun hanya lewat layar," kata Kabag Humas Pemkab Kukar, Sri Wahyuni.

Dalam kesempatan itu, Suswono juga meninjau sejumlah demplot yang diperispakan sejak lama oleh panitia sebagai wahana pertukaran dan kemajuan teknologi pertanian yang berkembang di Tanah air serta negara Asean dan Jempang.

Suswono dan rombongan tampak serius memperhatikan sejumlah demplot yang telah ditanami padi, jagung, kedelai, talas, singkong, ketela dengan berbagai varietas yang diharapkan menjadi variasi pangan untuk membangun ketahanan pangan nasional.

Pada Deplot yang luasnya mencapai 25 hektare itu, juga dipamerkan berbagai tanaman bio energi yang diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan energi terbarukan di Kaltim, antara lain jarak, kemiri minyak dan aren.

Selain itu juga terdapat kawasan untuk kontes ternak yang akan mememerkan berbagai ternak unggul nasional yang datang dari sejumlah daerah, termasuk memperagakan nilai lebih terhadap pengolahan kotoran ternak untuk biogas.

Pada kawasan kontes ternak itu, nantinya akan dipadukan dengan sejumlah kedai makanan yang menyajikan berbagai makanan khas Kaltim yang memasaknya menggunakan biogas hasil dari pengloahan kotoran hewan selama berlangsung Penas.

"Kita berharap dengan pengolahan kotoran hewan ini, mampu memberikan sumbangsih terhadap upaya Kaltim menghasilkan energi terbarukan seiring dengan terus berkurangnya energi yang berasal dari fosil," demikian Ibrahim.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait