Kutim Sukseskan Program Sejuta Hektar Kelapa Sawit
11 Agustus 2008 Admin Website Artikel 317
TAK hanya tekad dan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong ketiga hal itu menjadi suatu kebijakan yang komprehensif. Akademisi juga turut serta dalam proses perumusan revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan dalam mewujudkannya menjadi langkah bersama untuk kesejahteraan rakyat.

Untuk itulah, Pemkab Kutim memanggil Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Kaltim untuk menyumbang pemikiran dalam menyukseskan revitalisasi pertanian. Tukar informasi dan sejumlah ide baru pun tercetus dalam pertemuan silaturahmi dengan Bupati Kutim Awang Faroek Ishak di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (6/8) malam.

Pengurus HA IPB Kaltim yangh hadir adalah Ketua Umum drh H Sumarsongko, Wakil Ketua Ir Enggar Setiabudi Msi, Sekjend Ir Kurnia, Komisi Pengembangan Peran Alumni Ir Rifqi Bahtiar, Komisi Kerjasama Ir Anthony P Manalu, dan Korwil Bontang dan Kutim Ir Robi Haryadi.

Ketua Umum HA IPB Kaltim Sumarsongko mengatakan, sudah saatnya Kaltim tidak ketergantungan terhadap daerah lain dalam pemenuhan kebutuhan dari pertanian, perkebunan, dan peternakan. Misalnya saja, ribuan ton jagung masih didatangkan dari luar Kaltim untuk pemenuhan pakan ternak.

"Kita di Kaltim punya daya dukung lahan yang luas yang bisa dikembangkan," sebutnya.

Sementara, Wakil Ketua Enggar Setiabudi menyatakan setiap tahunnya lebih dari 7.000 ekor sapi potong didatangkan dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat. Secara perlahan daerah tersebut mengurangi pengiriman sapi potong ke Kaltim.

"Peternakan yang luas bisa diciptakan di Kaltim. Selain bisa memenuhi kebutuhan Kaltim sendiri, bisa dikirim ke daerah lain," katanya.

Bupati Kutim Awang Faroek Ishak (AFI) mengaku bangga dengan sejumlah pemikiran yang telah disumbangkan untuk membantu percepatan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Awang mengatakan mereka adalah orang-orang yang potensial dan patut dihargai. "Ide-ide alumni itu juga sejalan dengan program Kutim untuk mewujudkan Kutim sebagai daerah agribisnis," katanya.

Menurut Awang Faroek, di daerah yang dipimpinnya telah menjalankan program revitalisasi pertanian dan hasilnya telah dapat dilihat. Seperti pengembangan perkebunan kelapa sawit yang direncanakan akan sampai seluas 350 ribu hektare, dari 180 ribu hektare yang telah dikembangkan.

#img1# Revitalisasi perkebunan dan revitalisasi pertanian dalam arti luas mulai dari perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta kehutanan merupakan prioritas utama program pembangunan berkesinambungan yakni melalui program Gerdabangagri (Gerakan daerah pengembangan agribisnis).

"Tidak hanya untuk kesuksesan Kutim tetapi juga secara umum berupaya mendukung dan menyukseskan program sejuta hektare lahan kelapa sawit yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Kaltim," katanya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT, 8 AGUSTUS 2008

Artikel Terkait