Kebun Sawit Terendam, Sumber Nafkah Terancam
13 Desember 2010 Admin Website Artikel 297

TANAH GROGOT-Sungguh memprihatinkan nasib warga yang tinggal di RT 4 RW 1 Desa Rangan Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser. Bagaimana tidak, sudah sebulan mereka lebih tidak bisa tidur nyenyak akibat rumah yang selama ini jadi tempat berteduh terendam air. Salah satunya milik keluarga Syafriansyah.

Menurut Syafriansyah, tak hanya rumah,  belasan pohon kelapa sawit yang selama ini jadi tumpuan nafkah keluarganya juga terancam rusak akibat sekian lama terendam air.

“Kami tidak bisa membayangkan kalau kondisi ini terus menimpa kami, sebab saat ini saja kami sudah dibuat menderita. Bukan saja kami terpaksa meninggalkan rumah , tapi sumber hidup kami bakal musnah  jika pohon kelapa sawit kami dibiarkan terus terendam,” ujar Syafriansyah yang mengadukan nasibnya kepada Kaltim Post.

Menurut Syafriansyah yang juga Ketua RT IV RW I Desa Rangan ini,  upaya mencari  jalan keluar atas musibah yang menderanya selama hampir sebulan itu sudah pernah dilaporkan kepada salah seorang anggota DPRD Paser asal daerah pemilihan Kuaro. Waktu itu, sang wakil rakyat sempat meninjau lokasi.

“Namun, kehadiran anggota DPRD Paser ke tempat kami  ternyata belum mampu   mendapatkan jalan keluar. Karena penyebab banjir itu bukan kewenangan pemerintah daerah, tapi sepenuhnya menjadi porsi Pemprov Kaltim,” tambah Syafriansyah.

Dijelaskan Syafriansyah, gorong-gorong buntu itu berada di lokasi Jalan Negara atau di kawasan jalan Trans Kalimantan, sehingga wajar jika perhatian  Gubernur Kaltim Bapak Awang Faroek sangat ditunggu Syafriansyah dan keluarganya.

“Itulah pertimbangan kami kenapa akhirnya kami memilih datang ke Kaltim Post untuk menyampaikan persoalan  rumit yang kami hadapi, sebab kami yakin Pak Awang pasti  membaca Kaltim Post, sehingga mengetahui  nasib yang mendera kami sekaligus bisa segera mengambil langkah-langkah dengan memerintahkan instansi berwenang untuk menangani penyebab banjir tersebut,” katanya berharap.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 11 DESEMBER 2010


Artikel Terkait