Kaltim Kekurangan Pemandu Lapang Perkebunan
27 Oktober 2015 Admin Website Berita Kedinasan 365
Kaltim Kekurangan Pemandu Lapang Perkebunan

SAMARINDA. Subsektor perkebunan merupakan salah satu bagian program pembangunan pertanian dalam arti luas telah menjadi program prioritas pembanguan di Kaltim, namun hingga saat ini masih kekurangan tenaga pemandu di tingkat lapangan.

"Kita masih kekurangan tenaga pemandu di tingkat lapang. Padahal, perkebunan merupakan program prioritas pembangunan pemerintah daerah yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Kaltim," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati, saat membuka Pelatihan Pemandu Lapang Perkebunan di Samarinda pekan lalu.

Kekurangan tenaga pemandu di tingkat lapang ini menurut Etnawati, akibat adanya perpindahan tugas atau alih profesi ke instansi lain dan diangkat sebagai PNS serta telah masuknya masa pensiun pegawai.

"Jumlah pemandu lapang yang tergabung dalam Ikatan Pemandu Lapang Perkebunan Indonesia Wilayah Kalimantan Timur semula sekitar 55 orang, namun sejak dibentuknya Provinsi Kalimantan Utara, jumlah pemandu lapang tinggal 21 orang, itupun yang masih aktif hanya 16 orang," ungkap Etnawati didampingi Kepala Bidang Perlindungan, Henny Herdiyanto.

Padahal lanjutnya, subsektor perkebunan khususnya untuk pengembangan lima komoditi unggulan memerlukan tenaga-tenaga pemandu lapang handal yang mampu memotivasi serta memberikan dorongan kepada masyarakat agar dapat menggeluti kegiatan perkebunan, khususnya pada tatacara budidaya, upaya pengendalian hama dan penyakit, kelembagaan hingga pemasaran dan pengolahan hasil.

Kelima komoditi unggulan subsektor perkebunan tersebut yakni komoditi kelapa sawit, lada dan karet serta kakao dan kelapa dalam. Pengembangannya sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tersebar di kabupaten/kota se-Kaltim.

"Kita optimis melalui pelatihan ini, jumlah (kuantitas) dan kualitas tenaga pemandu lapang perkebunan tentu akan terpenuhi dan mampu meningkatkan pencapaian kegiatan perkebunan terkait pengembangan komoditi perkebunan di Kaltim," kata Etnawati lagi. (rey/disbun)

SUMBER : BIDANG PERLINDUNGAN


Artikel Terkait