Gapki Diminta Siap Masuk Maloy
10 September 2012 Admin Website Artikel 271
SAMARINDA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kaltim diminta mempersiapkan diri untuk menyongsong terbentuknya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur sebagai satu sentra industri pengolahan dan pengapalan kelapa sawit.

Demikian harapan yang disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat Halal Bihalal dengan Keluarga Besar Gapki dan masyarakat perkebunan Kaltim di Pendopo Lamin Etam, Ahad kemarin (9/9).

Menurut Awang, kelak jika KIPI Maloy telah selesai, maka ekspor produk kelapa sawit Indonesia tidak saja dari pelabuhan di Dumai, tetapi juga dari pelabuhan Maloy sebagai pintu ekspor produk perkebunan di Indonesia kawasan tengah dan timur.

"Ditunjuknya Kaltim sebagai klaster industri berbasis pertanian dan oleo chemical, saya minta anggota Gapki tidak lagi berpikir untuk ekspor CPO saja, melainkan sudah dapat mengolah bahan dasar kelapa sawit ini menjadi produk-produk yang lebih bernilai ekonomis tinggi," ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan bahwa fasilitas pendukung untuk KIPI Maloy ini juga telah dipersiapkan dengan anggaran dana yang sangat besar. Sehingga nantinya dapat menjadikan Kaltim sebagai pusat agroindustri dan agrobisnis terkemuka.

Awang menegaskan tekad Kaltim yang akan mencapai target penanaman kelapa sawit satu juta hektar pada tahun 2013 dan akan menargetkan penanaman lanjutan seluas 2,4 juta hektar lagi.

"Potensi 4,6 juta hektar kebun kelapa sawit di Kaltim akan menjadikan Kaltim unggul secara kompetitif dan komparatif dalam peta perkebunan nasional. Gapki sebagai mitra pemerintah diharapkan dapat mendukung terwujudnya cita-cita tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman menjelaskan hingga Agustus 2012 target penanaman satu juta hektar sawit di seluruh Kaltim telah terealisasi sebanyak 866.226 hektar. Sehingga sisa 133.774 hektar optimistis dapat dituntaskan hingga tahun 2013.

"Dengan terpenuhinya target satu juta hektar ini, maka keberadaan KIPI Maloy akan menjadi sangat strategis sebagai kawasan pengolahan dan pengapalan atau ekspor produk kelapa sawit di Kaltim maupun dari luar Kaltim," ujarnya. (yul/hmsprov)

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Foto:
KELAPA SAWIT. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat berhalal bihalal dengan Keluarga Besar Gapki dan masyarakat perkebunan Kaltim. (yuliawan/humasprov kaltim).

Artikel Terkait