Disbun Diminta Aktif Kawal Petani Sawit
25 Oktober 2010 Admin Website Artikel 231
PENAJAM, KALTIM POST. Setelah didata kebun kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara ini cukup luas, baik kebun yang dibantu oleh pemerintah maupun swadaya murni masyarakat jumlahnya sudah mencapai lebih dari 10.000 hektare.
 
Hal ini dikatakan Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Penajam Paser Utara, Sunyoto disela acara Pelatihan Agrobisnis Kelapa Sawit di Gedung Serba Guna Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Minggu (24/10), kemarin.
 
Sunyoto mengatakan sementara pabrik yang ada didaerah ini belum bisa dikatakan cukup untuk mengatasi permasalahan petani, terutama pemasaran buah kelapa sawit yang dari waktu ke waktu kian meningkat, dan petani merasa terkendala untuk menjalin kemitraannya dengan para pengusaha yang berkaitan dengan perkelapasawitan.
 
“Kedepannya kita sebagai petani tak mau berlanjut terus persoalan seperti ini. Harus menyetor buah ke pabrik dan yang kini terkesan kewalahan, disebabkan di daerah ini hanya memiliki satu-satunya pabrik kelapa sawit,” katanya.
 
Ia mengharapkan sekarang bagaimana pemerintah mencarikan jalan keluarnya dan tak menutup kemungkinan bisa kerja sama menggandeng Apkasindo dan petani untuk mengadakan pertambahan pabrik pengolah crude palm oil (CPO).
Menurutnya, inilah yang harus dikawal dan beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan sharing di dewan dan pemerintah, dan sudah mengomunikasikan hal ini dengan sejumlah konsultan yang ahli dibidang perkelapa awitan agar segera dapat terwujud pabrik, yang diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan petani selama ini, “Kami harapkan pemerintah menyambut baik dan dapat mengeluarkan izin terhadap keinginan para petani yang berkaitan dengan pekelapasawitan.
Disamping itu Dinas Perkebunan (Disbun) Penajam Paser Utara diharapkan proaktif mengakomodasi harapan petani agar kesejahteraan petani dapat terwujud,” ujarnya.
 
Sunyoto menjelaskan, pelatihan yang diadakan Apkasindo ini adalah untuk menguatkan keberadaan petani secara kelembagaan agar sumber daya mereka dalam mengelola lahan dan merawat tanaman kelapa sawit berlangsung profesional dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas.
 
Sementara Ketua DPD Apkasindo Bambang Sardjito minta kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit membuka lahan plasma petani. “Pembukaan kebun plasma ini merupakan kewajiban bagi tiap-tiap perusahaan.

Kami juga minta kepada Disbun agar segera aktif mengawal kegiatan perkebunan, karena kita tahu bahwa ada beberapa kegiatan perkebunan di provinsi, Disbun ini selalu absen,” ujar Bambang Sardjito.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 25 OKTOBER 2010


Artikel Terkait