(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Komoditi Kakao


 Kalimantan Timur merupakan salah satu penghasil kakao rakyat di Indonesia, meskipun arealnya relatif kecil dibanding dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, tetapi bagi petani dibeberapa tempat di Kalimantan Timur, komoditi tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian yang utama.

Beberapa daerah yang tercatat sebagai sentra penanaman kakao di Kalimantan Timur antara lain Kabupaten Nunukan (Kecamatan Lumbis dan Pulau Sebatik), Kabupaten Malinau (Kecamatan Malinau), Kabupaten Berau (Kecamatan Talisayan), Kota Samarinda (Sempaja dan Berambai), dan Kabupaten Kutai Timur (Teluk Pandan). Di beberapa tempat lainnya juga terdapat areal perkebunan kakao dalam luasan yang relatif kecil. Luas areal pertanaman kakao menurut statistik tahun 2013 sebesar ± 22.455 ha dengan produksi biji kakao kering sejumlah 9.527 ton.


 Tanaman tersebut secara keseluruhannya merupakan pertanaman rakyat. Produksi biji kakao kering Kalimantan Timur dengan mutu unfermented sebagian besar dipasarkan di Sabah Malaysia. Khususnya yang dihasilkan oleh petani Kalimantan Timur bagian utara. Produk petani perkebunan kakao lainnya dipasarkan sebagai perdagangan antar pulau ke Makassar untuk selanjutnya dipasarkan kepasaran Amerika Serikat. Sebagaimana komoditi pertanian lainnya, harga biji kakao kering selalu mengalami pasang surut yang tergantung kepada harga pasaran dunia. 

Pada saat nilai dolar pada rupiah tinggi, harga kakao juga melambung sehingga pendapatan petani meningkat. Dalam upaya mendorong perluasan, tanaman kakao di Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan selain memberikan bimbingan juga bantuan bibit unggul, sarana produksi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) perkebunan.

Perkembangan data statistik, produksi, produktivitas dan tenaga kerja perkebunan Kalimantan Timur komoditi kakao tahun 2009 - 2013 dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel 1. Rekapitulasi Luas Areal, Produksi & Tenaga Kerja Komoditi Kakao

Tahun
Luas TM (Ha)
Luasan Total (Ha)
Produksi (Ton)
Produktivitas (Kg/Ha)
TKP (Orang)
2013 14.286,00 22.455,00 9.527,00 667,00 17.078
2012 15.299,00 23.502,00 9.943,00 650,00 18.649
2011  17.949,00 27.746,00 10.895,00 607,00 26.742
2010 21.239,00 30.641,00 12.687,00 597,00 28.195
2009 21.565,50 33.421,00 12.032,00 558,00 29.768

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (2012)

Tabel 2. Rekapitulasi Luas Areal, Produksi & Tenaga Kerja Menurut Kabupaten/Kota 2013

Kabupaten/Kota

Luasan Total
(Ha)

Produksi
(Ton)
Produktivitas
(Kg/Ha)
TKP
(Orang)
Kutai Kartanegara
281
53
589
191
Kutai Timur
4.818 2.503
860
2.857
Kutai Barat
516
15
117
356
Mahakam Hulu
754
64
217
325
Penajam P. U.
 15 8
533
19
P a s e r
 381 107
354 772
B e r a u
4.057
3.439
1.114
3.953
Samarinda
 161 3
150 47
Balikpapan
 11 1
500
16
Bontang 5
-
-
4
Bulungan
812
152
306
780
Nunukan
6.514
2.360
443
2.903
Malinau 4.125
822
511
4.846
Tana Tidung 5
-
-
9
Tarakan -
-
- -
Tahun 2013 22.455
9.527
667
17.078

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (2014)

Pengolahan kakao selama ini dengan cara tradisional dan hasilnya berupa kakao non prementasi, sedangkan pemasarannya oleh petani dijual kepada pengumpul dan selanjutnya melalui pedagang antar provinsi dikirim ke Sulawesi Selatan dan Malaysia. Namun demikian, produk kakao juga berpeluang dikembangkan ke sektor industri, dengan produk turunan kakao sebagai berikut :