Perusda Benuo Taka Bangun PLTU dari Pelepah Pohon Sawit
16 Maret 2011 Admin Website Artikel 291

PENAJAM, tribunkaltim.co.id - Setelah sukses membangun pembangkit listrik tenaga mini gas (PLTMG) kapasitas 3,2 mega watt (MW), Perusda Benup Taka, Penajam Paser Utara (PPU) sedang merencanakan untuk membangun pembangkit listrik baru.

Kali ini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan bahan bakar pelepah pohon kelapa sawit. Bahkan untuk 2.000 ha kebun sawit mampu menghasilkan 1,5 MW listrik dan rencananya akan dibangun di empat kecamatan.

Dirut Perusda Benuo Taka, Sabudin, Sabtu (12/3) menjelaskan, pembangunan PLTU ini akan bekerjasama dengan investor. “Investor ini sudah siap untuk membiayai PLTU yang akan dibangun.  Yang jelas keuntungan akan kita dapatkan termasuk bagi hasil dari keuntungan,” jelas Sabudin.

Sabudin mengatakan, untuk pembangunan PLTU ini tidak terlalu sulit karena mesinnya sudah siap. Ia mengatakan cost atau biaya untuk mengoperasikan mesin listrik ini tidak terlalu mahal karena bahan bakarnya dari pelepah pohon sawit. 

Untuk menggunakan pelepah sawit ini tidak sulit, karena cukup diolah dan dihaluskan, setelah kering lalu dimasukan dalam tungku untuk dibakar. Hasil pembakaran ini yang akan menghasilkan listrik.

Selain itu kata Sabudin, untuk membangun PLTU ini kemungkinan akan dilakukan di empat kecamatan. Karena setiap kecamatan di PPU kata Sabudin, memiliki perkebunan kelapa sawit baik yang dimiliki masyarakat maupun perusahaan. Apalagi untuk mengurangi biaya harus mendekatkan PLTU di perkebunan kelapa sawit.

“Untuk tahap awal kita bangun dulu di Sepaku, lalu di Babulu dan Waru serta Penajam. Untuk lahan tidak menjadi masalah lagi,” katanya. Sabudin menjelaskan, untuk setiap 2.000 ha lahan sawit bisa menghasilkan 1,5 MW listrik dari PLTU ini.

PLTU seperti ini lanjut Sabudin, sudah ada di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dan di sana sudah beroperasi. Dengan adanya PLTU ini nanti, maka kebutuhan listrik di PPU tidak ada lagi masalah. Apalagi PLN katanya, sudah siap membeli listrik yang dihasilkan dari PLTU ini.

Selain itu katanya, dengan adanya PLTU ini maka akan menambah penghasilan bagi petani sawit karena selama ini mereka hanya menjual buah sawit. Nantinya, pelepah juga akan dijual untuk dijadikan bahan bakar PLTU. “Kalau selama ini pelepah sawit tidak dijual , nanti akan menjadi tambahan baru bagi masyarakat karena pelepah itu akan memiliki nilai ekonomis,” katanya. Mengenai target pembangunan, Sabudin menyatakan akan diupayakan tahun ini.

DIKUTIP DARI TRIBUN KALTIM, MINGGU, 13 MARET 2011


Artikel Terkait