Pemprov Tingkatkan Kesadaran SKPD Himpun Data Berkualitas
23 Februari 2011 Admin Website Artikel 301
SAMARINDA - Sukses perencanaan pembangunan akan sangat bergantung pada ketersediaan dan akurasi data secara menyeluruh. Data yang tidak berkualitas akan berdampak pada kesalahan perencanaan pembangunan.

"Perencanaan pembangunan akan berhasil jika didukung dengan data yang akurat dan update sehingga setiap perencanaan akan sesuai dengan sasaran pembangunan," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, H Sulaiman Gafur, di Bappeda Kaltim, Selasa (22/2).

Sulaiman Gafur melanjutkan, data yang layak digunakan dalam proses perencanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan adalah data yang berkualitas, dapat diandalkan (reliable) dan bermanfaat. Selain itu, data harus relevan dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (objektif). Data berkualitas juga merupakan data yang mampu mewakili objek yang diteliti/diamati (representatif) dengan sedikit kesalahan (minimum error).

Era teknologi saat ini semestinya, kata Sulaiman Gafur, memberi banyak kemudahan akses bagi pengumpulan data yang berkualitas. Namun diakuinya, hingga saat ini tidak sedikit satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang masih mengalami banyak kesulitan dalam menyediakan data berkualitas yang layak dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan perencanaan pembangunan.

Penyebabnya antara lain adalah karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran aparat pemerintah terhadap pentingnya data berkualitas. Selain itu, harus diakui belum terbangun sinergi data yang optimal antar SKPD. Contoh yang mudah dilihat adalah seringkali terjadi data yang berbeda antara data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data versi SKPD.

Pemprov Kaltim sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran jajaran SKPD tentang pentingnya data berkualitas, sekaligus pola-pola penyajiannya. Diantaranya dengan menggelar Bimbingan Teknis Statistik Capacity Building, Selasa (22/2) kemarin.

"Data dibutuhkan dalam setiap proses perencanaan pembangunan, yaitu sebagai dasar perencanaan (planning), alat pengawasan (controlling), dan dasar evaluasi (evaluation). Sebagai raw material dalam proses perencanaan pembangunan, data mempunyai peranan yang sangat penting terhadap penentuan rencana pembangunan itu sendiri. Data yang kurang baik atau kurang lengkap tentu akan berdampak pada kesalahan dalam membuat rencana pembangunan," beber Sulaiman Gafur.

Bimbingan teknis kali ini mengundang 125 peserta, terdiri dari pegawai Bappeda Kabupaten/Kota se Kaltim dan instansi/dinas di lingkup Pemprov Kaltim.

SUMBER :HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait