Gubernur : Jangan Malu Cantumkan Identitas Petani
17 Juni 2011 Admin Website Artikel 343

TENGGARONG -  Gubernur H Awang Faroek Ishak menghendaki  kepada  peserta kontingen Penas XIII Petani  dan Nelayan Kaltim  tidak perlu malu mencantumkan identitas pekerjaannya sebagai petani.  Itu diutarakannya ketika melepas  kontingen Petani dan Nelayan Kaltim yang siap mengikuti Penas XIII Petani Nelayan tahun 2011 di Kutai Kartanegara, Kaltim,  18 – 23 Juni 2011.

 Wanti-wanti  Gubernur Faroek ini disampaikannya ketika memberikan pengarahan di hadapan peserta.   Malah, “orang nomor satu” Kaltim ini sempat meminta kepada sejumlah peserta untuk menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk), dan  ia sempat  pula membacakan status pekerjaan para petani ini.

“Jangan malu mencantumkan identitas sebagai petani.  Petani itu merupakan pekerjaan yang sangat mulia, ujar Faroek.  Menurut dia,  sekarang ini petani sudah tidak identik  lagi dengan berbaju lusuh, bau tidak sedap dan  berpenghasilan kecil, tapi sudah banyak petani yang sukses, memakai  dasi dan   menjadi petani yang intelektual.

Ia pun menyebut,  para petani sekarang  sudah canggih. Sudah banyak yang bisa memanfaatkan  teknologi informasi  melalui  internet sebagai sarana mendapatkan  informasi dan tukar pikiran. Saya minta, jangan malu mengatakan orang tua saya petani, tambahnya,  karena pertanian saat ini berkembang pesat dan menghasilkan pengusaha-pengusaha baru di bidang agribisnis.

Berulang-ulang ia menyebut,  dunia pertanian sekarang ini sudah sangat maju. Tidak lagi  menggunakan alat-alat tradisional, melainkan  sudah menggunakan teknologi tinggi untuk pengolahannya. Karena itu, ia  berharap pertanian akan berkembang baik di Kaltim dan di luar Kaltim. “Tidak ada ruginya kalau kita membantu petani dan nelayan karena manfaat yang didapat banyak, harapnya.

Menurut Faroek,  Pemprov Kaltim sangat konsen untuk mengasngkat dan memberdayakan petani, termasuk memberikan beasiswa  kepada  para  pelajar  menuju Kaltim  sebagai  pusat agribisnis. “Kita  tak boleh bangga dengan batubara karena suatu saat akan habis dan yang akan berkembang adalah pertanian, pertanian lebih banyak menghasilkan lapangan pekerjaan dibandingkan batubara,” tambahnya.

Pelepasan kontingen Penas XIII Kalimantan Timur ini disaksikan Wakil Bupati Kukar, HM Ghufron Yusuf dan sejumlah pejabat teras Pemprov Kaltim dan Kukar. Ia berharap, kontingen Kaltim sebagai tuan rumah Penas XIII Petani Nelayan ini agar menjadi  tuan rumah yang baik dan ramah kepada tamu-tamu yang datang.  Jumlah kontingen Kaltim sebanyak 1.500 orang.


SUMBER : HUMAS DISKOMINFO PROV. KALTIM

Artikel Terkait