UPTD P2TP Gelar Pelatihan Effective Communication for Service Excellence untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

SAMARINDA. UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) melaksanakan kegiatan Pelatihan Effective Communication for Service Excellence pada Jumat, (12/6/2026), bertempat di ruang rapat UPTD P2TP. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam membangun komunikasi yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala UPTD P2TP. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dan menghadirkan narasumber Dr. Agung Solihin, SE., MM. dari SCB International Consulting.
Dalam pemaparannya, Dr. Agung Solihin menyampaikan bahwa service excellence atau pelayanan prima tidak hanya dimaknai sebagai sikap ramah kepada pengguna layanan. Lebih dari itu, pelayanan prima merupakan kemampuan memberikan pelayanan yang konsisten, profesional, serta mampu melebihi harapan masyarakat atau pengguna layanan.
Menurutnya, perubahan pola pikir sangat diperlukan dalam membangun budaya pelayanan yang berkualitas. Aparatur tidak lagi menempatkan diri sebagai pihak yang “dilayani”, melainkan sebagai pihak yang “melayani” dengan integritas, empati, dan tanggung jawab.
Materi pelatihan juga menekankan pentingnya komunikasi efektif sebagai kunci dalam pelayanan publik. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain komunikasi nonverbal, seperti kontak mata, senyuman tulus, postur tubuh yang terbuka, serta artikulasi suara yang jelas. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya active listening atau mendengar aktif, yaitu kemampuan mendengarkan untuk memahami permasalahan pengguna layanan, bukan sekadar memberikan respons cepat.
Aspek empati juga menjadi salah satu poin penting dalam pelatihan ini. Peserta diajak untuk menggunakan kalimat yang menenangkan dan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi atau kesulitan yang dihadapi masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, pelayanan diharapkan dapat menciptakan rasa nyaman, kepercayaan, serta kepuasan bagi pengguna layanan.
Selain komunikasi efektif, narasumber juga membahas strategi menghadapi keluhan atau handling complaints. Keluhan masyarakat dipandang bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk memperbaiki sistem pelayanan. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah model L-E-A-R-N, yaitu Listen, Empathize, Acknowledge, Respond, dan Now. Melalui pendekatan ini, peserta diarahkan untuk mendengarkan keluhan tanpa bersikap defensif, menunjukkan empati, mengakui adanya kendala, memberikan solusi yang jelas, serta menyelesaikan permasalahan secara cepat dan terukur.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diberikan penguatan melalui praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah membiasakan diri tidak langsung melihat telepon genggam selama dua menit setelah bangun tidur, meluangkan waktu berkomunikasi dengan keluarga selama 20 menit, melatih diri untuk mengapresiasi orang lain, membiasakan wajah tersenyum, mampu diam saat marah sebagai bentuk pengendalian diri, serta bersedia menerima kritik dari orang lain.
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya membangun perubahan diri melalui kalimat motivasi, “Buatlah cerita baru hidup kita.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pelayanan dimulai dari perubahan sikap, pola pikir, dan kebiasaan setiap individu.
Melalui kegiatan ini, UPTD P2TP berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan di lingkungan Dinas Perkebunan, khususnya UPTD P2TP, dapat semakin meningkatkan kepercayaan, kepuasan, dan citra positif institusi.
Pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perkebunan di Kalimantan Timur, sejalan dengan komitmen UPTD P2TP dalam memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
SUMBER : SEKRETARIAT