(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

UPTD P2TP Disbun Kaltim Siapkan SOP Komunikasi Baru untuk Dorong Kenaikan IKM

06 Desember 2025 Afif Berita Daerah 123
UPTD P2TP Disbun Kaltim Siapkan SOP Komunikasi Baru untuk Dorong Kenaikan IKM

SAMARINDA. UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan suasana berbeda di awal Desember dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas ASN bertema “Komunikasi Dalam Pelayanan Publik”.

Bertempat di Hotel Midtown Samarinda pada Rabu (3/12/2025), kegiatan ini menjadi ruang penyegaran kompetensi sekaligus penguatan karakter pelayanan bagi para aparatur yang sehari-hari berhadapan langsung dengan masyarakat.

Sebanyak 10 ASN dari lingkup UPTD P2TP mengikuti Bimtek ini secara intensif. Materi dibawakan oleh Ayu Permatasari sebagai narasumber yang dikenal berpengalaman dalam komunikasi pelayanan dan pengembangan SDM.

Kegiatan dibuka oleh Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili Kepala UPTD P2TP, Ruspiansyah. Dalam sambutannya, Ruspiansyah menyampaikan bahwa komunikasi merupakan instrumen utama yang membentuk wajah instansi.

“Komunikasi bukan cuma soal menyampaikan informasi, tetapi membangun hubungan, kepercayaan, dan citra positif lembaga,” ujar Ruspiansyah.

Ruspiansyah juga menekankan bahwa para ASN, khususnya yang berperan sebagai frontliner, adalah wajah pertama yang dilihat masyarakat. Sikap, tutur kata, dan kemampuan merespons situasi sangat menentukan tingkat kepuasan publik.

Ruspiansyah menegaskan pentingnya etika pelayanan sebagai fondasi utama, termasuk penggunaan bahasa yang sopan, ramah, dan mudah dipahami. Peserta diharapkan mampu meninggalkan jargon teknis yang membingungkan dan menggantinya dengan komunikasi yang lebih humanis dan inklusif.

Materi Bimtek kemudian menggali keterampilan teknis yang harus dimiliki petugas pelayanan. Teknik Active Listening menjadi penekanan utama, di mana peserta dilatih untuk mendengarkan secara penuh, melakukan klarifikasi, dan menunjukkan empati. Penguasaan bahasa verbal dan non-verbal seperti intonasi, tempo bicara, kontak mata, serta ekspresi wajah juga diasah untuk menampilkan kesan profesional dan tulus.

Selain itu, peserta dibekali teknik komunikasi persuasif, terutama bagaimana menyederhanakan kebijakan yang rumit menjadi pesan yang jelas dan mudah dipahami, sehingga interaksi berjalan efektif dan mengarah pada solusi.

Pelatihan juga memfokuskan pada manajemen situasi sulit, termasuk penanganan keluhan dan konflik. Peserta berlatih menghadapi masyarakat yang kecewa atau marah melalui metode service recovery, seperti menenangkan situasi, mengumpulkan fakta secara objektif, dan menawarkan solusi yang realistis.

Di era digital, pemahaman komunikasi melalui saluran elektronik juga diangkat, mulai dari penyusunan email yang profesional hingga respons cepat dan personal di media sosial dan layanan pesan instan.

Melalui Bimtek ini, diharapkan terbentuk SOP Komunikasi yang lebih seragam dan terintegrasi di unit pelayanan Disbun Kaltim. Standarisasi ini diproyeksi mampu meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ke arah yang lebih baik.

Para peserta juga menyatakan komitmen untuk menerapkan seluruh keterampilan dan wawasan yang diperoleh dalam lingkungan kerja masing-masing, menciptakan pelayanan yang tidak hanya efektif tetapi juga solutif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menutup kegiatan, Ruspiansyah menyampaikan harapannya agar peningkatan kompetensi ini tidak berhenti pada level pengetahuan, tetapi menjadi budaya kerja baru yang tercermin dalam setiap layanan yang diberikan.

“Kita ingin masyarakat merasa dihargai, didengar, dan dilayani dengan sepenuh hati. Itulah esensi komunikasi pelayanan publik,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan Bimtek ini, UPTD P2TP menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan perkebunan yang lebih responsif, profesional, dan berkelas. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait