Pembukaan Peda X KTNA 2019, Pertanian Kaltim Harus Maju dan Jaya
21 Juli 2019 Admin Website Berita Daerah 133
Pembukaan Peda X KTNA 2019, Pertanian Kaltim Harus Maju dan Jaya

LABANAN - Kaltim walaupun sudah terpecah dengan Kalimantan Utara (Kaltara). Namun, tetap memiliki luasan wilayah yang besar serta memiliki potensi dan keunggulan lahan yang besar pula.

Karena itu, dukungan dan kegiatan pengembangan bagi sumber daya manusia (SDM) petani dan nelayan yang dilakukan pemerintah akan mampu membangkitkan pertanian dalam arti luas. "Wilayah kita masih luas dari Pulau Jawa. Pertanian kita di Kaltim ini harus semakin maju dan jaya," kata Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor saat membuka Pekan Daerah (Peda) X Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltim 2019 di Kampung Labanan Makmur Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau, Sabtu (20/7/2019).

Salah satu upaya dan dukungan pemerintah adalah penyelenggaraan Peda yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dan diikuti ribuan petani dan nelayan anggota Kelompok KTNA kabupaten dan kota se Kaltim. Atas pelaksanaan Peda KTNA tahun ini, Gubernur Isran Noor menaruh harapan besar bagi petani dan nelayan mampu berinteraksi dan saling bertukar informasi serta alih teknologi pertanian.

Isran mengakui masing-masing wilayah dan daerah pasti memiliki keunggulan dan potensi yang berbeda-beda. Namun, bisa diintegrasikan dan diterapkan sesuai keahlian dan teknologi yang dimiliki petani dan nelayan.

Karenanya, ajang Peda KTNA selain untuk saling bersilaturahim dan berkompetisi. Tetapi ajang bertukar penglaman serta informasi dan alih teknologi pertanian. "Manfaatkan semaksimal mungkin ajang Peda ini untuk menimba ilmu dan menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan dalam tata kelola pertanian," harapnya.

Pengembangan pertanian dalam arti luas lanjut Isran, menjadi harapan untuk mengentaskan kemiskinan sehingga berimbas pada  peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kaltim. "Jangan pernah ragukan komitmen kami untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan daerah. Kita akan terus berupaya bersama-sama membangun sarana/prasarana dan SDM pertanian Kaltim," tegas Isran Noor.

Sementara itu Bupati Berau H Muharram mengemukakan upaya dan komitmen jajarannya untuk membangun pertanian Berau sehingga menjadikan Kaltim lumbung pangan nasional. "Saat ini 80 persen status kampung-kampung kami sebagai kampung atau desa yang berkembang dan maju. Sisanya masih posisi desa tertinggal. Sebab desa sangat tertinggal sudah tidak ada lagi. Target kami 2020 ini dari 20 persen desa tertinggal itu menjadi desa berkembang bahkan maju," ujar Muharram.

Pembukaan dirangkai penyematan topi dan rompi penyuluh, temu wicara gubernur dengan petani/nelayan, pencanangan Gemateramisu (Gerakan makan daging, telur dan minum susu), peresmian Tugu Prasasti Peda X KTNA Kaltim 2019, penanaman pohon buah unggul lokal, pembukaan KTNA Expo dan peninjauan demplot di Kampung Labanan Jaya.

Pembukaan dihadiri Ketua Umum Kelompok KTNA Nasional Winarno Thohir dan Sekjen HM Yadi Sofyan Noor, Duta Besar Seychelles untuk Indonesia Nico Barito dan Konsorsium Holding Pengelola Maratua dan gugusannya Mr Sing serta jajaran FKPD Kabupaten Berau.

Tampak Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan dan Bupati Kutai Kartanegara H Eddy Damansyah, istri Gubernur Kaltim yang juga Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor dan istri Bupati Berau, Sri Juniarsih Muharram serta istri Wakil Bupati Fika Yuliana Tantomo, pimpinan perangkat daerah provinsi dan Kabupaten Berau. (yans/humasprovkaltim)

SUMBER : SEKRETARIAT


Artikel Terkait