(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Menuju Kelembagaan Petani yang Tangguh, Disbun Kaltim Giatkan Pelatihan di Kuaro

22 Mei 2025 Afif Berita Daerah 585
Menuju Kelembagaan Petani yang Tangguh, Disbun Kaltim Giatkan Pelatihan di Kuaro

PASER. Suasana di Kecamatan Kuaro Desa Kendarom dan Kertabumi berubah hangat pada 21-22 Mei 2025, bukan karena cuaca, melainkan karena semangat petani yang membara mengikuti Pelatihan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Petani Perkebunan yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan dua hari ini bukan sekadar pelatihan, tapi sebuah langkah strategis untuk membangun pondasi kelembagaan petani yang lebih kuat, adaptif, dan profesional.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili oleh Asmirilda, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan di desa Kendarom dan Edi Sopian dari Bidang Pengembangan Komoditi di desa Kertabumi, didampingi Kepala BPP Kuaro, Affandi.

Dalam sambutannya, Asmirilda menekankan pentingnya menumbuhkan kembali rasa kebersamaan dalam kelompok tani (poktan/gapoktan) sebagai kekuatan utama dalam memperkuat kelembagaan.

Menurutnya, tantangan zaman menuntut kelompok tani untuk berkembang secara manajerial dan usaha tani agar mampu bersaing di sektor budidaya dan pemasaran hasil perkebunan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Pengembangan Kawasan Perkebunan Berbasis Korporasi Petani di Kabupaten Paser, yang saat ini menjadi proyek percontohan (pilot project).

Harapannya, kelembagaan tani di wilayah ini mampu menjadi embrio usaha pertanian modern berbadan hukum, terintegrasi dari hulu ke hilir, dan menjadi pusat penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan.

"Sudah saatnya kita tinggalkan model kelembagaan yang hanya sebatas nama. Kita perlu kelembagaan yang tumbuh dari rasa saling percaya dan semangat kolektif antar anggota," tegas Asmirilda.

Selain itu, Edi Sopian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini mulai dari Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten, koordinator penyuluh, fasilitator, hingga tokoh masyarakat.

“Semoga setelah pelatihan ini, petani kita tidak hanya menjadi bagian dari kelompok tani, tapi benar-benar menjadi kelompok tani sejati yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” pungkas Edi. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait